Bank Banten "Menyerah" Salurkan JPS

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 02 Juni 2020 - 15:41:29 WIB   |  dibaca: 129 kali
Bank Banten "Menyerah" Salurkan JPS

SABAR MENUNGGU : Seorang nasabah Bank Banten menunggu giliran untuk melakukan transaksi di anjungan tunai mandiri (ATM) di Kantor Bank Banten Cabang Serang, Kota Serang, belum lama ini.

SERANG, BANTEN RAYA - Pemprov Banten mengalihkan penyaluran dana jaring pengaman sosial (JPS) warga terdampak Covid-19 di Serang Raya dan Kota Cilegon. Jika awalnya akan disalurkan melalui Bank Banten, kini dipindahkan ke Bank Rakyat Indonesia (BRI). Hal itu dilakukan karena Bank Banten mengindikasikan tak sanggup menjadi penyalur bantuan tersebut.

Informasi yang dihimpun, terkait belum siapnya bank pembangunan daerah itu menyalurkan JPS tertuang dalam surat Bank Banten nomor 440/DIR-BB/IV/20 tertanggal 30 April 2020. Surat tersebut ditujukan kepada Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten Nurhana. Perihal surat itu adalah berkaitan dengan kesanggupan Bank Banten sebagai penyalur bantuan JPS akibat Covid-19.

Seperti diketahui, Pemprov Banten menganggarkan Rp709 miliar untuk alokasi JPS bagi 421.177 kepala keluarga (KK) sasaran terdampak Covid-19 selama tiga bulan. Adapun alokasi untuk Serang Raya dan Kota Cilegon yang awalnya akan disalurkan lewat Bank Banten terdiri atas Kota Serang 30.200 KK senilai Rp45,3 miliar. Kabupaten Serang 56.100 KK senilai Rp84,1 miliar dan Kota Cilegon 20.375 senilai Rp30,5 miliar. Setiap KK per bulannya mendapat Rp500.000.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinsos Provinsi Banten Budi Darma membenarkan, Bank Banten sudah menyatakan ketidaksanggupannya sebagai penyalur JPS Covid-19. Hal itu disampaikan dalam sebuah surat yang diterima dinsos. Sebagai tindak lanjutnya, pemprov akhirnya mengalihkan perbankan penyalur ke BRI. “Dari Bank Banten diubah ke BRI,” ujarnya, kemarin.

Ia juga tak membantah, pengalihan penyalur itu menjadi alasan mengapa terjadi penyaluran JPS untuk ketiga daerah tersebut. Agar proses pendistribusian bisa cepat kini pihaknya mengkoordinasikan pembukaan rekening calon penerima bantuan secara kolektif. “Makanya Seragon (Serang Raya dan Cilegon-red) dan Lebak baru pekan ini bisa disalurkan,” katanya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Banten Rina Dewiyanti mengatakan, terkait penyaluran JPS untuk wilayah Serang Raya dan Kota Cilegon, Dinsos sudah berkirim surat ke Bank Banten sebagai penyalurnya. Sama seperti Budi, dalam balasannya bank plat merah itu menyatakan belum siap menjadi penyalur.“Sepengetahuan saya, tanggapan Bank Banten untuk saat ini belum siap. Sehingga ditunjuk bank lain yang siap menjadi penyalur JPS,” tuturnya.

Berdasarkan yang dimiliki BPKAD Banten, adapun progres penyaluran JPS  per 22 Mei terdiri atas Kabupaten Tangerang dari alokasi 149.133 KK senilai Rp89,4 miliar telah tersalurkan sebanyak 51.569 KK sebesar Rp30,9 miliar.

Kota Tangerang dengan kuota 86.783 KK senilai Rp52 miliar sudah tersalurkan 10.308 KK atau setara Rp6,1 miliar. Kota Tangerang Selatan dengan kuota 22.258 KK senilai Rp13,3 miliar tekah terdistribusi untuk 5.953 KK dengan nominal Rp3,5 miliar. Lalu Kabupaten Pandelang 44.673 KK sebesar Rp26,8 miliar telah tersalurkan sebanyak 31.529 KK atau sebesar Rp15,7 miliar.

Sementara itu, Kabaupaten Serang 56.100 KK senilai Rp33,6 miliar, Kota Serang 30.200 KK Rp18,1 miliar, Kota Cilegon 20.375 KK Rp12,2 miliar dan Kabupaten Lebak 11.655 KK Rp6,9 miliar. Untuk empat daerah terakhir hingga kemarin belum sama sekali tersalurkan. (dewa)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook