Pantai Berjubel, Hotel Kosong Melompong

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 02 Juni 2020 - 15:46:15 WIB   |  dibaca: 160 kali
Pantai Berjubel, Hotel Kosong Melompong

DIPADAT I PENGUNJUNG : Pantai Bandulu di Kecamatan Anyer dipadati wisatawan yang sedang berlibur, Minggu (31/5).

SERANG, BANTEN RAYA - Libur akhir pekan usai Idul Fitri diisi oleh warga untuk berwisata ke wilayah Anyer-Cinangka walaupun ada larangan dari pemerintah untuk mencegah penyebaran Covid-19. Selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu (30-31/5) pantai di sekitar Anyer-Cinangka dipenuhi pengunjung. Namun itu berbeda dengan kondisi hotel yang terlihat sepi dan kosong melompong.

Pantauan Senin (1/6), walaupun masih ada pengunjung pantai terbuka, namun tidak seramai dua hari sebelumnya dan kendaraan yang melintas ke wilayah Anyer-Cinangka terpantau lancar dan tidak ada kemacetan yang terjadi. Sementara itu, sejumlah kendaraan yang akan menuju Anyer-Cinangka di beberapa titik dipaksa putar balik oleh petugas.

Munajatun, salah sorang pengunjung pantai di kawasan wisata Anyer mengaku berlibur ke Anyer untuk menghilangkan kepenataan setelah dua bulan lebih tidak boleh main jauh-jauh dari rumah dan tempat kerjanya. "Pengen liburan aja, soalnya lumayan bosen juga di rumah terus. Kalau takut (korona-red) pasti ada tapi semoga tidak terjadi apa-apa," ujar pria yang mengaku dari Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang itu, Senin (1/6).

Untuk sampai ke wilayah Anyer, Munajat mengaku cukup penuh perjuangan karena harus menjalani pemeriksaan check point oleh petugas gabungan saat melintasi pertigaan Ciwandan. "Iya tadi di periksa ditanya ini itu, dan Alhamdulillah bisa sampai ke sini. Sekarang agak sepi, kemarin (31/5) katanya yang lumayan ramai sampai macet. Setiap pantai kelihatannya dijaga polisi," katanya.

Terpisah, Kepala Bidang (Kabid) Pemasaran dan Kemitraan Jasa Usaha Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Serang Bagja Saputra mengatakan, pada Sabtu dan Minggu (30-31/5) warga yang datang ke Anyer-Cinangka tidak terbendung dan memenuhi pantai-pantai terbuka. "Pantauan hari ini (kemarin-red) pengunjung mulai berkurang, tapi kemarin lumayan ramai tapi hotel bisa dibilang sepi karena rata-rata huniannya di bawah 50 persen," ujar Bagja.

Bagja memastikan, Disporapar Kabupaten Serang bekerjasama dengan Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan pihak kepolisian telah melakukan pencegahan maksimal di tiap-tiap akses masuk Anyer-Cinangka. "Kita tetap dalam posisi mengimbau agar warga tidak ke pantai dan banyak kendaraan juga yang diputarbalikan oleh petugas agar tidak masuk Anyer-Cinangka. Banyaknya pada pakai motor jadi mereka pada lewat jalan kampung. Banyaknya masyarakat lokal Serang-Cilegon," ungkapnya.

Ketua Himpunan Hotel Manager Cinangka Anyer (H2MCA) Agus Jaenal memastikan hotel di Anyer-Cinang sepi dari pengunjung. "Hotel enggak begitu bagus okupansinya, hanya pantai umum yang ramai pengunjung. Saya belum tanya teman-teman tapi dipastikan hotel bisa dikatakan masih sepi," kata Agus.

Hal yang sama disampaikan Room Division Manager Marbella Hotel, Convention and Spa, Anyer I Gede Paksi Wirabuana. Paksi menjelaskan, jika dibandingkan dengan setelah Idul Fitri, jumlah pengunjung hotel ada peningkatan namun jumlahnya masih jauh di bawah 50 persen. "Tamunya lebih ramai dari libur lebaran ada dua kali lipat kenaikannya. Tapi belum terlalu ramai karena dari 300 kamar yang ada hanya terisi 40 kamar," ujarnya.

Terpisah, Dirlantas Polda Banten Kombes Pol Wibowo mengatakan, pihaknya berusaha menyekat arus kendaraan yang menuju lokasi wisata Anyer-Cinangka. Pihaknya melakukan pengetatan di empat jalur wisata, mulai dari Kota Cilegon, Kabupaten Serang hingga Pandeglang. "Pos Simpang JLS mengatisipasi arus wisata dari Tol Cilegon Timur dan Cilegon Barat, Pos Pasar Anyer mengantisipasi kendaraan dari Mancak, kemudian Pos Simpang Teneng mengantisipasi wisatawan dari arah Palima dan Padarincang. Terakhir pos Carita mengantisipasi wisatawan yang akan datang dari Pandeglang," tambahnya.

Sejauh ini, Wibowo menjelaskan, berdasarkan data selama empat hari operasi sejak 29 Mei hingga 1 Juni 2020, sebanyak 5.100 kendaraan wisatawan baik roda dua maupun roda empat berhasil diputar balik. Rinciannya, hari pertama 254 kendaraan, hari kedua 1.122 kendaraan, hari ketiga 1.595 kendaraan dan hari keempat 2.129 kendaraan."Kita melakukan penyekatan ini dalam rangka untuk mengantisipasi membludaknya wisata pantai, dengan harapan physical distancing bisa terjadi apabila wisatawan kita batasi," jelasnya.

Lebih lanjut, Wibowo mengungkapkan pihaknya juga telah melakukan koordinasi dan memberikan himbauan kepada pengelola wisata, untuk membatasi jumlah wisatawan yang berkunjung. Dengan batasan 50 persen dari jumlah daya tampung tempat wisata tersebut.Wibowo menegaskan dari hasil pengecekan dilapangan masih banyak masyarakat yang memaksakan diri untuk dapat menembus penjagaan jalur wisata.

"Banyak dari Jakarta banyak juga lokal, banyak cara dan modusnya. Alasannya silaturahmi, menuju rumah saudara, jika tidak ada physical distancing maka new normal akan terkendala. Ini yang jadi pertimbangan kita wisata di Banten kita batasi,"tegasnya. (tanjung/darjat)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook