Demokrat Pilih Lawan Petahana

nurul roudhoh   |   Politik  |   Selasa, 02 Juni 2020 - 15:51:30 WIB   |  dibaca: 684 kali
Demokrat Pilih Lawan Petahana

BELUM SATU KATA : Petinggi Partai Demokrat, PAN, dan PPP berkumpul membahas pilkada 2020, belum lama ini.

SERANG, BANTEN RAYA - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat memilih mengusung calon alternatif untuk dua pilkada di Banten. Di Kota Tangerang Selatan, mereka mengusung Siti Nur Azizah dan di Kabupaten Serang jatuh ke Eki Baihaki. Keduanya saat kini sudah diberikan surat tugas untuk melakukan lobi politik.

Seperti diketahui, kedua nama yang diusung itu merupakan putra dan putri para tokoh ternama. Siti Nur Azizah adalah putri dari Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Ia juga kini tercatat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat.

Sementara Eki merupakan putra mantan Bupati Serang dua periode Ahmad Taufik Nuriman. Eki yang juga mantan ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) juga saat ini merupakan kader Demokrat.

Informasi yang dihimpun, untuk Siti Nur Azizah Demokrat memberikan surat tugas tertanggal 29 Mei  dengan empat amanat yang harus dijalankan. Pertama, melaksanakan komunikasi politik kepada partai-partai politik sahabat agar segera terpenuhi persyarakatan minimal 20 persen partai politik menjadi pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Tangerang Selatan.

Kedua, mencari dan menetapkan calon wakil walikota untuk menjadi pasangan pada Pilkada Kota Tangerang Selatan. Ketiga, melaporkan hasil survei terkini dan koalisi partai politik yang sudah diperoleh kepada DPP Demokrat, sesuai dengan waktu yang telah diperuntukan.

Terakhir, dalam pelaksananaannya DPP Demokrat akan melakukan monitoring dan evaluasi berdasarkan hasil laporan dan survei jika dipandag perlu. Surat tugas dari DPP Demokrat itu berlaku selama satu bulan sejak diterbitkan.

Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Demokrat Provinsi Banten Eko Susilo membenarkan, DPP Demokrat telah memberikan keputusannya terkait pengusungan pilkada di dua daerah di Banten. Keduanya itu atas nama Eki Baihaki di Kabupaten Serang dan Situ Nur Azizah di Kota Tangerang Selatan."Surat tugas sudah pasti mengusung, bedanya kalau surat rekomendasi dikeluarkan setelah berpasangan dan jumlah minimum kursi terpenuhi," ujarnya, Senin (1/6).

Ia menuturkan, untuk pilkada tahun ini DPP ingin agar mesin partai bisa diberdayakan secara optimal sehingga bisa meraih hasil yang dinginkan. Oleh karenanya, saat ini partai berlambang mercy itu lebih mengutamakan mengusung kader internal yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan."Tidak semua kader bisa menjadi calon yang diusung. Pengalaman pada pilkada sebelumnya, bila non kader (yang diusung, partai) hanya dijadikan perahu dan numpang lewat saja, sehingga tidak linier dengan hasil pileg (pemilihan anggota legislatif)," katanya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD Demokrat Provinsi Banten Azwar Anas mengatakan, pihaknya akan fokus untuk mengawal keputusan yang sudah diambil oleh DPP. Sementara untuk dua daerah lainnya yaitu Kota Cilegon dan Kabupaten Pandeglang dia belum mendapatkan informasi lebih lanjut. DPP Demokrat kemungkinan masih melakukan kajian.
"Untuk wakil yang akan mendampingi Siti Nur Azizah dan Eki Baihaki juga saya belum tahu. Mereka diberi tugas untuk mencarinya," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Departemen Pemenangan Pilkada Wilayah Jawa Barat dan Banten DPP PKS Budi Prajogo mengindikasikan pihaknya akan bergabung dengan Siti Nur Azizah. PKS sendiri menyodorkan nama Rumahaben untuk pendampingnya.

Saya kira koalisi dengan Demokrat suatu hal yang sangat baik. Kita cukup intensif berkomunikasi dengan teman-teman Demokrat. Ini satu sinyal positif yang harus terus berkelanjutan. Termausk untuk memasangkan Ibu Azizah dengan Pak Ruhamaben," ujarnya.

Terpisah, Ketua DPC Partai Demokrat Wahyu Megahita belum memastikan rekomendasi akan diberikan ke Eki atau yang lain, namun ia mengakui Eki telah diberi mandat oleh DPP Partai Demokrat untuk mencari mitra koalisi. "Kalau rekomendasi belum keluar, tapi sekitar tiga hari yang lalu Pak Eki sudah dapat surat tugas dari DPP yang isinya memerintahkan Pak Eki untuk mencari koalisi," ujar Megahita.

Mantan anggota DPRD Kabupaten Serang itu mengungkapkan, ada beberapa parpol yang berpeluang berkoalisi dengan Partai Demokrat pada pilkada mendatang. "Kalau sama PAN kemungkinan besar iya (koalisi-red), tapi kalau dengan PPP belum karena dari awal sudah mengeluarkan rekom untuk incumbent tapi itu juga versi DPC. Tapi kan DPC juga gimana nanti DPW dan DPP dan komunikasi kita dengan PPP tetap jalan," tuturnya.

Sementara itu, bakal calon (Balon) Bupati Serang Eki Baihaki membenarkan jika ia telah menerima mandat dari DPP Partai Demokrat untuk mencari mitra koalisi dan bakal calon pendampingnya. "Alhamdulillah kemarin hari Jumat (29/5) sudah turun suratnya untuk nyalon bupati Serang dari demokrat. Saya sudah ketemu dengan Bappilu (Badan Pemenangan Pemilu) dan pengurus DPP Partai Demokrat yang lain," ujar Eki.

Ia menuturkan, surat tugas tersebut diserahkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya. "Dalam surat tugas itu DPP Demokrat meminta saya untuk mencari pasangan dan partai koalisi. Demokrat itu kan sudah punya lima kursi, kita butuh lima kursi lagi, syukur-syukur bisa lebih. Dari sejak surat turun sampai sekarang (kamarin-red) saya terus melakukan komunikasi dengan teman-teman partai dan beberapa calon wakil," ungkapnya.

Eki mengaku belum bisa mengungkapkan partai mana saja yang sudah diajak komunikasi untuk berkoalisi dan siapa saja bakal calon yang diajak komunikasi sebelum ada kepastian untuk mendukung. "Sangat optimis bisa dapat perahu untuk maju di pilkada Kabupaten Serang karena beberapa teman-teman partai juga menunggu apakah saya ini didukung Demokrat atau tidak, dan Alhamdulillah Demokrat memberikan kepercayaan kepada saya," paparnya.

Ketua tim pemenangan Eki Baihaki Khoirul Umam mengatakan, dua hari menjelang Idul Fitri, pihaknya telah bertemu dengan Ketua DPD PAN Kabupaten Serang Jaenudin dan Ketua DPW PAN Provinsi Banten Masrori. Pertemuan yang berlangsung di Rumah Makan (RM) Sari Kuring Indah (SKI) Serang itu diakui umam untuk memperkuat bangunan koalisi partai. "Pertemuan waktu itu juga dihadiri Ketua DPC PPP Pak Heri Azhari," kata Umam.

Umam memastikan, Partai Demokrat dan PAN sudah bersepakat untuk membangun koalisi namun untuk PPP masih perlu dibicarakan lebih lanjut. "Untuk masalah calon, kan ada dua nama calon, dua-duanya masih calon bupati, Demokrat mengusung Pak Eki senagai bakal calon bupati dan PAN mengusung Pak Masrori sebagai calon bupati. Untuk membicarakan komposisi pasangan kita membentuk tim adhok sekaligus membicarakan syarat dan kriteria masing-masing bakal calon," ungkapnya.

Disoal perkembangan rencana koalisi dengan PKS, Umam menjelaskan, pihaknya menilai tidak ada keseriusan untuk berkoalisi dengan Eki. "PKS ini kami menangkapnya tidak serius, diawal itu kan PKS ingin mengusung kadernya Najib Hamas, tapi kok usulan rekomendasi DPW PKS ke DPPnya tiga pasang. Sebelumnya, Masduki-Ulum, terus disusul Tatu-Pandji, dan terakhir Eki-Najib. Jadi kami melihatnya tidak tegas dan itu yang membuat kami bingung," tuturnya.

Ketua DPD PKS Kabupaten Serang Mansur Barmawi mengatakan bahwa calon yang diusulkan ke DPP PKS hanya dua bukan tiga pasang. "Benar, yang diusulkan dua pasangan Eki-Najib dan Tatu-Pandji. Sekarang lagi proses di DPP. Dua-duanya punya peluang yang sama untuk didukung oleh PKS karena DPP minta dua pasang untuk dikaji," kata Mansur.

Walaupun DPW PKS telah menentukan paslon yang akan diusungnya, namun pengurus DPD PKS terus membangun komunikasi dan melakukan konsolidasi dengan pengurus parpol lain. (dewa/tanjung)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook