Terpapar dari Keponakan, Ibu Rumah Tangga di Kota Serang Kembali Positif Korona

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 02 Juni 2020 - 21:54:02 WIB   |  dibaca: 385 kali
Terpapar dari Keponakan, Ibu Rumah Tangga di Kota Serang Kembali Positif Korona

Ilustrasi

SERANG, BANTEN RAYA – Seorang ibu rumah tangga berinisial J (68 tahun) yang merupakan warga Kelurahan Curug, Kecamatan Curug, Kota Serang, dinyatakan positif Covid-19. J terpapar korona dari keponakannya berinisial LM yang merupakan karyawan perusahaan PT Pemi di Tangerang.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Serang W Hari Pamungkas mengatakan bahwa perempuan berinsial J yang merupakan ibu rumah tangga ini terpapar dari keponakannya berinisial LM yang sebelumnya dinyatakan positif Covid-19. J sendiri diswab pada 12 Mei lalu saat tracking orang-orang yang pernah kontak dengan LM dan hasilnya baru keluar 1 Juni kemarin lusa.

 “Yang swab ada 7 orang di keluarga LM dan dari keluarga itu tidak ada yang positif lagi,” kata Hari, Selasa (2/6).

Hari mengungkapkan bahwa dengan adanya penularan antar warga itu maka ada transmisi lokal di Kota Serang. Ia menyatakan saat tracking di Kecamatan Curug total yang dirapid tes ada 99 orang. Sementara yang diswab ada 7 orang. Hasil pemeriksaan rapid semuanya non reaktif dan hasil swab hanya J yang positif.

 “Itu sudah tracking semua hasilnya negatif semua,” katanya.

Sementara itu terkait zonasi Kota Serang, saat ini ada perbedaan penetapan zonasi Kota Serang yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan RI dan Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Kemenkes menetapkan Kota Serang sebagai zona merah. Sementara Dinas Kesehatan Provinsi Banten menetapkan Kota Serang sebagai zona orange menuju zona merah.

Hari mengatakan penetapan Kota Serang sebagai zona merah berdasarkan data dari Emerging Kemenkes RI  karena merupakan wilayah penyebaran dengan transmisi lokal baru yang ditandai dengan warna merah. Daerah yang dinyatakan zona merah ditandai dengan adanya transmisi lokal, peningkatan jumlah kasus secara positif Covid-19 signifikan, dan penyebaran yang massif di tiap wilayah. Kemenkes kemudian menyamakan Kota Serang sebagai zona merah seperti Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.

"Waktu itu ada penambahan tiga atau empat kasus baru di Kota Serang," kata Hari.

Karena itu ia mempertanyakan dasar penetapan zonasi orange untuk Kota Serang oleh Pemerintah Provinsi Banten. Meski demikian, ia menduga ada perbedaan data antara apa yang dia sampaikan berdasarkan data Kemenkes RI itu dengan apa yang disampaikan Pemerintah Provinsi Banten sehingga penetapan zonasi Kota Serang berbeda. Hari melihat status Kota Serang menjadi merah disebabkan oleh adanya transmisi lokal baru sementara Pemerintah Provinsi Banten menetapkan zona merah dengan melihat secara keseluruhan wilayahnya.

"Makanya ada perbedaan," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Seang M Ikbal mengatakan bahwa dengan adanya penambahan satu kasus positif baru itu maka per 2 Juni 2020 kasus positif Covid-19 di Kota Serang berjumlah 12 orang, dengan rincian 4 dirawat, 7 sembuh, dan 1 meninggal dunia. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook