Jamkrida Bisa Kehilangan Lahan Bisnis

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 02 Juni 2020 - 21:57:53 WIB   |  dibaca: 99 kali
Jamkrida Bisa Kehilangan Lahan Bisnis

Wakil Ketua DPRD Provinsi Banten, Ade Hidayat

SERANG, BANTEN RAYA - PT Penjaminan Kredit Daerah (Jamkrida) Banten berpotensi kehilangan lahan bisnisnya akibat pemindahan rekening kas umum daerah (RKUD) Pemprov Banten. Sebab,  perusahaan plat merah itu bisa saja tak lagi menjadi penjamin kredit ASN pemrpov yang kini dialihkan dari Bank Banten ke Bank Jawa Barat dan Banten (BJB).

Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Banten Ade Hidayat mengatakan, dengan adanya kebijakan pemindahan RKUD pada akhir April lalu maka secara otomatis kredit ASN pemprov dialihkan dari Bank Banten ke BJB. Selama kredit di Bank Banten, ASN pemprov dijamin oleh Jamkrida.

"BJB ini melunasi kredit ASN ke Bank Banten. Dibayar lalu pindah (pembayaran) kredit ASN ke BJB," ujarnya di Ruang Komisi III DPRD Banten, KP3B, Kecamatan Curug, Kota Serang, Selasa (2/6).

Politikus Gerindra itu menuturkan, dengan telah dilunasinya kredit ASN pemprov oleh BJB ke Bank Banten dan adanya pengalihan pembayarannya maka secara umum penjaminan yang dilakukan Jamkrida telah selesai. Meski proses kredit ASN ke BJB tetap berjalan namun belum tentu bank tersebut tersebut akan kembali menggunakan jasa Jamkrida sebagai penjaminannya.

"Belum tentu BJB memberikan usaha penjaminannya kepada Jamkrida Banten. Kredit di Bank Banten sudah dilunasi oleh BJB, maka berarti penjaminannya juga selesai. Kalau BJB tidak menunjuk Jamkrida lagi sebagai penjaminnya maka Jamkrida kehilangan usahanya," katanya.

Lebih lanjut diungkapkan Ade, selain lahan bisnis penjaminan, pemindahan RKUD memberikan dampak kepada Jamkrida. Kini dana milik Jamkrida yang mencapai Rp11,4 miliar kesulitan untuk ditarik.

"Jadi ada uang Jamkrida Rp11,4 miliar di Bank Banten yang tak bisa dicairkan. Uang ini modal yang dideposito di Bank Banten. Enggak bisa diambil karena  (kondisi Bank Banten) masih begitu, apa-apanya kan harus persetujuan OJK (Otoritas Jasa keuangan)," katanya.

Ade meminta, apa yang terjadi terhadap Jamkrida menjadi perhatian Gubernur Banten. Mampu memikirikan jalan keluarnya karena ternyata banyak dampak yang ditimbulkan dari pemindahan RKUD.

"RKUD iya bisa diselamatkan oleh Pak Gubernur. Tetapi aset perusahaan lainnya itu yang dipikirkan jalan keluarnya," ungkapnya.

Menurutnya, apa yang dialami Jamkrida tidak seharusnya terjadi andai RKUD rak dipindahkan, Oleh karenanya, dia berharap gubernur bisa kembali memindahkan RKUD Pemprov Banten ke Bank Banten.

"Kami Komisi III DPRD Banten prinsipnya tak ingin ada polemik atas pemindahan RKUD. Jadi ya solusinya pindahkan kembali RKUD-nya ke Bank Banten," tutur wakil rakyat asal Kabupaten Lebak ini.

Direktur PT Jamkrida Banten Ahmad Rohendi tak membantah, kebijakan pemindahan RKUD dari Bank Banten ke BJB telah berdampa pada kegiatan bisnis perusahaannya. Sebab, selama ini pendapatan paling besar berasal penjaminan kredit di Bank Banten.

"Selama inikan yang menjadi penerima jaminan kami itu kebanyakan dari Bank Banten. Ketika Bank Banten mulai mengurangi produksinya (kredit-red) tentu berkurang kepada kami," katanya.

Secara umum pihaknya tak memermasalahkan, peralihan kredit selama kredit di Bank Banten sudah dilunasi oleh BJB. Walau demikian, hingga saat ini pihaknya belum mengetahui apakah pihaknya akan kembali menjadi penjamin kredit di BJB atau tidak.

"Karena ketika mereka pindah dari Bank Banten ke BJB belum tahu siapa yang akan menjaminnya. Apakah penjaminnya Jamkrida Banten atau dengan penjaminan lain. Ini sedang kita upayakan," ungkapnya.

Ia berharap, PT Jamkrida Banten bisa kembali ditunjuk sebagai penjamin kredit di BJB. terkait hal itu pihaknya sudah melakukan pendekatan ke BJB dan diakuinya sudah mendapat sinyal positif. Sebagai bentuk keseriusannya, Jamkrida Banten juga sudah membuat perjanjian kerja samanya untuk segera direalisasikan.

"Sinyalnya sudah ada, cuma memang kuat atau tidak harus diperjuangkan, sedang diusahakan. Jangan sampai kita ditinggalkan atau tidak diberikan peluang," tuturnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook