PT Sehati Mangkir Panggilan Dewan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 03 Juni 2020 - 12:33:24 WIB   |  dibaca: 48 kali
PT Sehati Mangkir Panggilan Dewan

DIGRATISKAN: Pengendara motor melintasi pos petugas parkir Cilegon Bussines Square (CBS), Selasa (2/6).

CILEGON, BANTEN RAYA - Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Cilegon rencananya menggelar Rapat Dengar Pendapat membahas tentang permasalahan lahan parkir di Cilegon Bussines Square (CBS), Selasa (2/6). Akan tetapi, PT Sehati selaku pemilik lahan tidak hadir dalam Rapat Dengar Pendapat tersebut, sehingga rapat tersebut diundur hingga Senin (8/6) depan.

Ketua Komisi IV DPRD Kota Cilegon Erik Airlangga mengatakan, Rapat Dengar Pendapat tersebut rencananya akan dihadiri oleh Dishub Kota Cilegon, CV Linggarjati Garden selaku pengelola parkir CBS, dan PT Sehati, serta beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kota Cilegon.

“PT Sehati tidak hadir dengan alasan surat undangan yang dilayangkan ditujukan kepada Walikota Cilegon, padahal surat undangan tersebut untuk beberapa pihak yang terkait dalam permasalahan tersebut termasuk PT Sehati. Oke kalau mintanya seperti itu, kita akan undang ulang PT Sehati Senin pekan depan,” kata Erik ditemui di Kantor DPRD Kota Cilegon, kemarin.

Erik menjelaskan, ketidakhadiran PT Sehati, juga karena alasan adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta. Padahal, seharusnya meski PSBB masih bisa keluar kota dengan orang yang terbatas. “Jangan PSBB jadi alasan, harusnya ada perwakilannya yang datang,” kata politisi Partai Golongan Karya (Golkar) ini.  

Menurut Erik, jika PT Sehati mangkir lagi pada undangan selanjutnya, status fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (Fasos) bisa ditarik oleh Pemkot Cilegon. Jika status tersebut sudah beralih ke Pemkot Cilegon, otomatis pengalihan parkirnya juga akan dikelola oleh Pemkot Cilegon dalam hal ini Dishub Kota Cilegon. “PT Sehati harus datang agar ada legalitas untuk status lahan itu, apakah lahan tersebut masih milik PT Sehati atau sudah menjadi fasum bagi Pemkot Cilegon,” terangnya.

Ditambahkan Erik, pihaknya juga telah meminta pendapat Bagian Hukum Setda Kota Cilegon, untuk pengalihan proses lahan fasum CBS. “Proses pengalihannya juga tidak sembarangan, kita minta pendapat dari Bagian Hukum. Kalau memang legalitasnya ada, kenapa PT Sehati tidak datang? Kita ingin sama-sama masalah ini segera selesai,” imbuhnya.

Kepala Dishub Kota Cilegon Uteng Dedi Apendi menyambut baik keinginan DPRD Kota Cilegon yang segera menyelesaikan permasalahan ini. “Kita tunggu Rapat dengar Pendapat selanjutnya. Kenapa PT Sehati tidak datang,” kata Uteng.

Direktur PT Linggarjati Garden, Amin Amami mengatakan, alasan PT Sehati tidak datang karena di Jakarta ada PSBB. Pihaknya berkeinginan PT Sehati datang, untuk membuktikan lahan tersebut fasum atau fasos Pemkot Cilegon apakah milik PT Sehati. “Kalau misalpun PT Sehati tidak datang dalam Rapat Dengar Pendapat yang akan datang, tidak secara otomatis bisa ditarik oleh Pemkot Cilegon,” ucapnya.

Amin menambahkan, jika memang PT Sehati tidak datang, seharusnya pengelolaan parkir masih menjadi milik CV Linggarjati Garden karena legalitasnya juga ada. “Kami berharap masih dikelola oleh kami. Tapi, kalaupun aturan hukumnya jelas bisa ditarik Pemkot Cilegon saya juga legowo,” tutupnya. (gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook