Anak Pengidap Hidrosefalus Butuh Bantuan

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Rabu, 03 Juni 2020 - 12:46:34 WIB   |  dibaca: 61 kali
Anak Pengidap Hidrosefalus Butuh Bantuan

MEMPRIHATINKAN : Kondisi Niken (10) warga Cilodan, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan perlu bantuan untuk operasi, Selasa (2/6).

CILEGON, BANTEN RAYA - Niken (10), anak tunggal pasangan Mukhsin (40) dan Rohayati (35), warga Lingkungan Cilodan, RT 18/05, Kelurahan Gunung Sugih, Kecamatan Ciwandan, sudah bertahun-tahun mengidap penyakit hidrosefalus atau penumpukan cairan dalam otak. Saat ini kondisi Niken yang sudah mengalami pembengkakan kepala hingga diameter setengah  meter butuh bantuan.

Rohayati menyampaikan, pihaknya sampai sekarang belum bisa kembali mengantar Niken untuk melakukan penanganan medis. Hal itu karena keterbatasan pendanaan untuk operasional berobat.“Ya, terbentur dana. Tadinya sempat dirawat. Namun karena keterbatasan dana operasional maka hanya dirawat di rumah,” katanya kepada wartawan, Selasa (2/6).

Rohayati menjelaskan, dirinya hanya bisa pasrah dengan kondisi anak perempuannya tersebut. Sampai sekarang masih berharap adanya bantuan baik dari pemerintah dan donator untuk bisa kembali membawa Niken menjalani pengobatan dan operasi.“Saya hanya bisa pasrah saja. Semoga saja banyak para donator termasuk pemerintah bisa membantu keperluan untuk operasional berobat Niken,” imbuhnya.

Rohayati menjelaskan, saat ini kondisi Niken hanya bisa terbaring di ruang tamu rumah dan tidak bisa beraktivitas normal seperti anak lainnya. Harapannya dengan adanya operasi kondisi anaknya bisa kembali normal.“Saya tentu saja sedih anak saya hanya bisa tiduran di ruang tamu. Kami harap bisa ada tindakan yang diberikan, sehingga minimal kondisi anak saya bisa kembali normal,” imbuhnya.

Sementara itu, kader Posyandu Kelurahan Gunung Sugih Asimah menjelaskan, pada 2018 Niken sudah sempat dibawa ke RS Cipto Jakarta. Namun, sampai sekarang hal itu belum ada kelanjutan kembali. Harapannya dengan kondisi Niken yang semakin buruk perawatan bisa lebih intensif kembali, terutama diharapkan pihak puskesmas dan dinas kesehatan turun tangan untuk membantu.“Sudah ke RS Cipto namun belum dioperasi. Sekarang ini pengangan biasa saja yang dilakukan,” imbuhnya. (uri)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook