Klaim JHT BPJAMSOSTEK Capai Rp Rp212,11 Miliar

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Rabu, 03 Juni 2020 - 13:00:14 WIB   |  dibaca: 90 kali
Klaim JHT BPJAMSOSTEK Capai Rp Rp212,11 Miliar

PROTOKOL KETAT : Peserta BP Jamsostek antre mengajukan klaim JHT di kantor BP Jamsostek Cabang Serang, Selasa (2/6).

SERANG, BANTEN RAYA – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOTEK mengungkapkan, pembayaran klaim Jaminan Hari Tua (JHT) akibat pemutusan hubungan kerja (PHK) dari Januari-Mei sebanyak 15.827 kasus dengan nilai manfaat dibayarkan Rp212,11 miliar. Angka ini naik sekitar 21,11 persen jika dibandingkan dengan periode yang tahun lalu sebesar Rp203,15 miliar.

Kepala BPJAMSOSTEK Cabang Serang Didin Haryono mengungkapkan, dampak PHK yang dilakukan perusahaan dalam situasi pandemi COVID-19 pengajuan klaim JHT mengalami peningkatan.“Kami dari BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Serang tentu dalam hal menghadapi banyaknya PHK atau para pekerja yang mengundurkan diri atau ada perusahaan-perusahaan yang sudah tidak beroperasi, maka seluruh peserta akan mengajukan klaim JHT nya. Dan kami BPJAMSOTEK Cabang Serang bersama jajaran dan Kantor Cabang Perintis (KCP) yang ada di Lebak, Pandeglang, Cilegon dan Cikande kami sudah siap melayani itu dengan sepenuh hati,” katanya.

Sementa itu, Kabid Pelayanan BPJAMSOSTEK Cabang Serang Honggy Dwinanda Hariawan  mengatakan, trend pengjuan klaim JHT tersebut sudah terjadi dari Januari hingga April lalu.
“Memang di masa pandemi ini kan banyak yang di PHK, jadi memang (pengajuannya klaim JHT-red) meningkat. Tapi hal tersebut sudah kita  antisipasi itu dengan menyiapkan sistem antrian online dan pengajuan klaim secara  kolektif melalui perusahaan masing-masing,” katanya.

Dari  15.827 kasus yang telah dibayarkan tersebut Honggie merinci, pembayaran JHT pada Januari sebanyak 4.085 kasus dengan nilai manfaat dibayarkan Rp49,98 miliar, Februari sebanyak 3.925 kasus dengan nilai manfaat dibayarkan Rp52,54 miliar, dan Maret sebanyak 4.110 kasus dengan nilai manfaat dibayarkan Rp51,54 miliar.

Sedangkan pada bulan April pengajuan pembayaran klaim mengalami penurunan menjadi Rp31,32 miliar dengan jumlah 1.925 kasus dan pada Mei senilai Rp26,71 miliar dengan jumlah 1.782 kasus.“Total manfaat Rp212,11 miliar itu hanya untuk pembayaran dana JHT saja,” ujar Honggy Dwinanda Hariawan saat ditemui Banten Raya di Kantor BPJAMSOSTEK Kantor Cabang Serang, Selasa (2/6).

Sementara itu, jumlah pengajuan klaim JHT dari Januari- Mei 2019 lalu sebanyak 15.846 kasus dengan nilai manfaat dibayarkan 203,15 miliar. Rinciannya, Januari 2019 sebanyak 2.957 kasus dengan nilai manfaat yang dibayarkan Rp36,99 miliar, Feburai sebanyak 2.750 kasus dengan nilai manfaat dibayarkan Rp37,31 miliar, Maret sebanyak 3.411 kasus dengan manfaat dibayarkan Rp42,51 miliar, April sebanyak 3.226 kasus dengan nilai manfaat dibayarkan Rp41,04 miliar, dan Mei sebanyak 3.502 kasus dengan nilai manfaat dibayarkan Rp45,29 miliar.

“Selain JHT kami juga membayarkan jaminan kematian (JKM), jaminan pensiun (JP), dan jaminan kecelakaan kerja (JKK) itu tetep masih ada yang kita proses,” katanya.
Honggy menambahkan, selain melakukan antisipasi antisipasi lonjakan klaim Jaminan Hari Tua (JHT), dampak dari PHK yang dilakukan perusahaan dalam situasi pandemi COVID-19.

Terdapat tiga jalur pengajuan klaim dalam Pelayanan Tanpa Kontak Fisik (Lapak Asik) yang disediakan BPJAMSOSTEK, yaitu melalui jalur online, offline, dan kolektif perusahaan.
Peserta yang hendak mengajukan klaim lewat jalur online, dapat mengakses situs web antrian.bpjsketenagakerjaan.go.id. Setelah menerima nomor antrian online di email, peserta BPJAMSOSTEK diminta mengunggah dokumen, meliputi kartu BPJS Ketenagakerjaan, KTP, KK, surat keterangan kerja, foto diri, buku rekening aktif, dan NPWP (khusus penerima JHT senilai Rp 50 juta ke atas).

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook