Dindikbud Minta Inspektorat Kawal PPDB

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Rabu, 03 Juni 2020 - 14:30:13 WIB   |  dibaca: 145 kali
Dindikbud Minta Inspektorat Kawal PPDB

PPDB: Suasana ekspos yang dilakukan Dindikbud Banten terkait pelaksanaan PPDB kepada Inspektorat Banten.

SERANG, BANTEN RAYA-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten meminta kepada inspektorat untuk mengawal pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB). Permintaan tersebut disampaikan Wakil Ketua I Panitia PPDB Banten Rudi Prihadi.

Menurutnya, PPDB merupakan hajat bersama seluruh lapisan masyarakat dan stakeholder terkait. Oleh karena itu, Dindikbud Banten meminta kepada isnpektorat dan seluruh masyarakat untuk melakukan pangawasan terhadap pelaksanaan PPDB."Kami ingin mendapatkan pendampingan dan monitoring dalam pelaksanaan PPDB termasuk dalam regulasi PPDB," kata Rudi kepada Banten Raya, Senin (1/6).

Rudi menilai, dengan dilibatkannya inspektorat dan sejumlah takeholder terkait dalam pelaksanaan PPDB ini, diharapkan mampu menimialisir gejolak yang terjadi pasca pengumuman PPDB dilaksanakan yang rencananya akan dilaksanakan tanggal 30 Juni mendatang.

Rudi mengatakan bahwa panjangnya batas waktu pendaftaran PPDB memberikan waktu juga untuk sekolah melakukan verifikasi data, kemudian pada tanggal 28 dan 28 Juni mendatang, pihak sekolah bersama Dindibud Banten melakukan sinkronisasi data calon peserta didik baru sebelum kelulusan penerimaan peserta didik baru diumumkan.

Ia menilai verifikasi dan sinkronisasi data peserta didik baru sangat penting dilakukan, karena berdasarkan laporan yang masuk ke Dindibud Banten banyak calon peserta didik yang menggunakan jalur zonasi melakukan pendaftaran di depan sekolah atau berdekatan dengan sekolah dengan menggunakan telepon selular.

"Jadi banyak calon peserta didik baru yang menggunakan jalur zonasi 0 kilo meter dari sekolah. Laporan yang masuk ke kami, banyak yang daftar di dekat sekolah dengan menggunakan handpon. Karena PPDB daring, maka lokasi pendaftaran langsung terdeteksi oleh sistem," ungkap Rudi.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, lanjut Rudi, dibutuhkan sinkronisasi data dengan menggunakan kartu keluarga yang dilakukan oleh pihak sekolah bersama dengan Dindikbud Banten.
"Termasuk juga sinkronisasi untuk jalur prestasi. Tidak semua sertifikat prestasi, baik akadmeik maupun non akademik diakui oleh Dindibud Banten," tegas Rudi. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook