Hari Ini, 64 Murid Adem Akan Dipulangkan

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Rabu, 03 Juni 2020 - 14:31:33 WIB   |  dibaca: 151 kali
Hari Ini, 64 Murid Adem Akan Dipulangkan

ANTRE: Empat siswi Adem nampak tersenyum bahagia saat antre untuk menjalankan rapid test di Dinas Kesehatan Provinsi Banten, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA-Sebanyak 64 siswa afirmasi pendidikan menengah (Adem) asal Papua akan dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Kepulangan mereka, karena sudah menyelesaikan studinya di Banten selama tiga tahun.

Kepada Banten Raya, Arkani, Kepala Bidang Pendidikan Khusus pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten menyampaikan, Dindikbud Banten bersama dengan para pendamping memiliki tugas untuk mengembalikan para murid Adem setelahnya menyelesaikan studinya di Banten selama tiga tahun.

Rencananya mereka akan diberangkatkan dari Bandara Internasional Soekarno Hatta, dan diantarkan oleh para pendamping sampai ke daerahnya masing-masing. Arkani menjelaskan, bahwa ada tiga tujuan dalam pemberangkatan ini, yaitu Manokwari, Jayapura dan Marauke."Insya Allah mereka akan diberangkatkan Hari Rabu (2/6), karena tiketnya sudah dibeli dan mereka pun sudah siap untuk pulang ke rumahnya masing-masing," kata Arkani di ruang kerjanya, Selasa (2/6).

Ia mengaku, sebelum diberangkatkan, para murid Adem ini menjalani protokol kesehatan yaitu melakukan rapid test di kantor Dinas Kesehatan Provinsi Banten. Hasilnya, mereka dinyatakan non reaktif dan bisa diberangkatkan ke daerahnya masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Arkani mengakui bahwa dari tiga tujuan pemulangan murid Adem, ada satu daerah yang belum bisa diberangkatkan yaitu daerah Manokwari. Keterlambatan pemberangkatan tersebut disebabkan Bandara Manokwari masih tutup dan tidak membuka penerbangan."Persoalan tersebut masih dibahas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk dicarikan solusinya," ucapnya.

Arkani menilai bahwa proses adaptasi para murid Adem di Banten lebih baik dibandingkan provinsi lainnya yang mendapatkan tugas dari program Kemendikbud ini. Bahkan pada saat proses rapid test mereka bisa mamtuhi protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Saat kegiatan belajar mengajar pun, mereka tertib mengikuti proses kegiatan belajar mengajar daring. Dalam kehidupan bermasyarakat di Banten pun mereka menjalankan protokol kesehatan, dengan menggunakan masker dan tidak mendatangi kerumuman," ungkap Arkani. (satibi)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook