Volume Sampah di Pasar Menyusut

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Rabu, 03 Juni 2020 - 14:37:46 WIB   |  dibaca: 52 kali
Volume Sampah di Pasar Menyusut

PENANGANAN CEPAT: Petugas DLH Lebak mengumpulkan sampah dilingkungan pasar tradisional Rangkasbitung, Selasa (2/6).

LEBAK, BANTEN RAYA- Volume sampah di pasar tradisional di Rangkasbitung yang sempat mengalami kenaikan selama puasa Ramadan hingga lebaran Idul Fitri, kini kembali normal. Berdasarkan data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Lebak, volume sampah di pasar tradisional Rangkasbitung selama Ramadan hingga Idul Fitri mencapai 12 ton per hari. Sedangkan pasca Idul Fitri ini volumenya kembali turun ke angka normal, yaitu hanya 6 ton per hari.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 pada DLH Lebak Iwan Sutikno mengatakan, volume sampah selama satu tahun biasanya memang mengalami peningkatan pada bulan Ramadhan hingga Idul Fitri. Namun setelah melewati Udul Fitri kondisinya akan stabil kembali ke angka pada hari-hari biasanya.

“Selama bulan puasa sampai lebaran, kita mengangkut sampah di pasar tradisional bisa mencapai empat kali. Sedangkan hari-hari biasa, untuk mengangkut sampah di pasar cukup dua kali,” ujar Iwan, Selasa (2/6).

Ditambahkannya, selama pandemi korona (Covid-19), armada untuk angkutan sampah tetap normal. Begitu pula pegawai yang berkaitan dengan penanganan sampah, tidak menggunakan sistem piket alias harus tetap masuk kerja seperti biasa. “Khusus untuk penanganan sampah, harus ekstra ketat. Soalnya, terlambat mengangkutnya saja akan menganggu kenyamanan masyarakat,” katanya.

Kepala DLH Lebak Nana Sunjana mengatakan, volume sampah yang kembali susut menjadi enam ton per hari merupakan angka normal. Namun bila sudah melebihi enam ton, maka mengalami peningkatan yang penangangannya harus ekstra cepat. “Untuk pembuangannya tetap dilakukan di tempat pembuangan sampah akhir (TPSA) Dengung, Kecamatan Maja,” terang Nana. (hudaya)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook