Bandar Narkoba Tajir Bebas Hukuman Mati

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 03 Juni 2020 - 14:53:00 WIB   |  dibaca: 113 kali
Bandar Narkoba Tajir Bebas Hukuman Mati

BEBAS HUKUMAN DUNIA: Sidang pembacaan tuntutan untuk terdakwa Muhammad Adam atas kasus penyalahgunaan narkoba yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Serang secara online, Selasa (2/6).

SERANG, BANTEN RAYA- Muhammad Adam, bandar narkoba yang memiliki kekayaan mencapai Rp 12,5 triliun, yang merupakan terdakwa penyalahgunaan narkoba seberat 20,8 kilogram sabu dan 31.439 butir ektasi asal Malaysia diputus bebas dari hukuman mati dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Selasa (2/6).

Majelis hakim yang diketuai Heri Kristijanto mengatakan, terdakwa Muhammad Adam bersama empat terdakwa (berkas terpisah) Candra Octo Libya, Darwis, Akbar dan Mirnawati dinilai telah terbukti bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur dalam pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1 Undang-undang RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

“Menjatuhkan pidana seumur hidup terhadap terdakwa Muhammad Adam dengan perintah agar tetap ditahan," kata majelis hakim disaksikan JPU Kejari Cilegon Agung Malik dan kuasa hukum Eki dan terdakwa dalam sidang yang digelar secara online, kemarin.

Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU. Sebelumnya Adam dituntut hukuman mati dalam sidang yang digelar pada 21 Mei 2020. Sebelum menjatuhi hukuman mati, ada beberapa pertimbangan yang memberatkan dan meringakan.

Hal yang memberatkan terdakwa yaitu perbuatannya tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba, merusak generasi muda, dan terdakwa masuk dalam jaringan peredaran narkoba internasional. "Terdakwa juga pernah divonis 20 tahun penjara. Hal yang meringankan terdakwa mengakui perbuatannya," ungkapnya.

Untuk diketahui, Muhammad Adam merupakan pengendali Candra Octo Libya, Darwis, Akbar dan Mirnawati. Kelimanya bersama-sama rekannya melakukan percobaan atau permufakatan jahat secara tanpa hak, dan melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar atau menyerahkan narkotika golongan I berupa sabu-sabu dengan berat sekitar 20.800 gram dan narkotika jenis ekstasi/inex (MDMA) sebanyak 31.439 butir.Usai pembacaan putusan, terdakwa melalui kuasa hukumnya Eki dan JPU Kejari Cilegon belum menyatakan sikap atas putusan tersebut. "Pikir-pikir yang mulia," katanya.

Sebelumnya, JPU telah menuntut mati tiga anak buah Muhammad Adam yaitu Candra Octo Libya, Darwis dan Akbar. Sedangkan terdakwa lainnya, Mirnawati, dituntut seumur hidup dengan pertimbangan masih memiliki anak-anak yang masih kecil. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook