Nunggu 8 Tahun, Kecewa Tidak Berangkat Haji

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Rabu, 03 Juni 2020 - 15:13:01 WIB   |  dibaca: 108 kali
Nunggu 8 Tahun, Kecewa Tidak Berangkat Haji

SERANG, BANTEN RAYA - Aneng Siti Rohmanah, warga Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, mengaku kecewa lantaran tahun ini ia batal berangkat menjalankan ibadah haji setelah Kementerian Agama RI memutuskan tahun ini tidak ada pelaksanaan ibadah haji karena Covid-19. Padahal, Aneng sudah menunggu selama delapan tahun untuk bisa melaksanakan Rukun Islam kelima itu. "Ya kecewa pastinya tapi mungkin ini yang terbaik.  Kita ambil sisi positifnya aja," kata Aneng, Selasa (2/6).

Aneng mengaku ini adalah ibadah hajinya yang pertama. Semula ia akan berangkat bersama dengan suami dan ibunya. Namun karena pemerintah memutuskan tidak ada pelaksanaan haji tahun ini, maka ia pasrah dan menunggu sampai tahun depan. Ia berharap ketika berangkat tahun depan ia akan lebih siap segala-galanya memenuhi panggilan Allah.

Terkait uang pelunasan yang bisa diambil oleh jemaah haji yang gagal berangkat tahun ini, Aneng mengaku tidak akan mengambil uang tersebut. Ia akan membiarkan uang itu di tabungan hajinya sehingga bila tahun depan ada kenaikan biaya hai tinggal menambahi sisanya. “Rencana disimpan aja takut ada kenaikan biaya,” katanya.

Sementara itu, Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Banten memastikan tak akan memberangkatkan 9.420 calon haji (calhaj) asal Banten untuk tahun pemberangkatan 2020. Hal itu diambil sesuai arahan dari pemerintah pusat. Oleh karenanya, calhaj yang gagal berangkat tahun ini dipersilakan jika ingin mengambil kembali pelunasan biaya hajinya.

Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Provinsi Banten Machdum Bachtiar mengatakan, keputusan untuk tak memberangkatkan calhaj merupakan kebijakan secara nasional. Dengan demikian, Provinsi Banten pun akan mengambil sikap yang sama.

"Kebijakan nasional, Pak Menteri (Agama) itukan berbicara nasional, maka otomatis Banten juga ikut kebijakan pemerintah pusat. 9.420 kuota jemaah haji yang tahun ini ditunda dan akan jadi jemaah haji pada 2021. Yang berangkat 2021 ke 2022 dan begitu seterusnya," ujarnya saat dihubungi Banten Raya, Selasa (2/6).

Mantan Kepala Kemenag Kabupaten Serang itu menuturkan, selain akan menjadi prioritas pemberangkatan tahun depan, mereka juga diperkenankan untuk menarik kembali pelunasan biaya haji. Akan tetapi, mereka juga diperbolehkan  jika ingin tetap menyimpannya untuk pemberangakan di 2021.   "Bagi yang sudah melunasi dapat kembali diambil. Tapi bagi yang tidak diambil juga enggak masalah," katanya.

Adapun calhaj yang sudah melunasi biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahun pemberangkatan 2020 ada sebanyak 9.374 dari kuota 9.420 orang. Rinciannya, Kabupaten Serang 1.163 orang, Kabupaten Pandeglang 1.052 orang, Kabupaten Lebak 755 orang dan Kabupaten Tangerang 2.043 orang. Sleanjutnya Kota Tangerang 1.606 orang, Kota Cilegon 685 orang, Kota Serang 800 orang dan Kota Tangerang Selatan 1.260 orang."BPIH tahun ini Rp35 juta. Mudah-mudahan tidak ada kenaikan lagi (untuk tahun depan)," ungkapnya.

Machdum memaparkan, mereka yang ingin mengambil kembali biaya pelunasan harus melengkapi sejumlah persyaratan. Pertama, mengajukan permohonan kepada kepala Kemenag masing-masing kabupaten/kota. Kedua, membawa bukti asli setoran lunas BPIH. Ketiga, membawa fotokopi buku tabungan yang masih aktif lalu yang terakhir membawa fotokopi KTP dan memerlihatkan yang aslinya. "Lalu juga tak lupa menyerahkan nomor telepon yang bisa dihubungi," tuturnya.  

Dengan gagalnya keberangkatan haji tahun ini membuat daftar tunggu atau waiting list di Banten semakin panjang. "Waiting list kita sekarang sampai 23 tahun (ke depan)," ujarnya.
Kepala Seksi Pendaftaran dan Dokumen Haji Kanwil Kemenag Provinsi Banten Seiko mengatakan, kebijakan untuk tak memberangkatkan calhaj merupakan keputusan yang penuh pertimbangan dari pemerintah pusat. Salah satunya adalah antisipasi penyebaraan Covid-19.

"Ya mudah-mudahan ini keputusan terbaik untuk semuanya, untuk jemaah haji dan negara ini. Pandemi terus dan masih bertambah kalau dilaksanakan juga kan berat. Semua negara kan lagi terkena wabah juga, jadi memang banyak pertimbangan-pertimbangan," pungkasnya. (tohir/dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook