Dindikbud Masih Kaji Penerapan New Normal di Sekolah

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Kamis, 04 Juni 2020 - 15:13:04 WIB   |  dibaca: 244 kali
Dindikbud Masih Kaji Penerapan New Normal di Sekolah

PAPARAN: Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten saat menjelaskan konsep new normal di hadapan Komisi V DPRD Banten, belum lama ini.

SERANG, BANTEN RAYA-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten masih melakukan kajian terhadap penerapan new normal di lingkungan satuan pendidikan (sekolah). Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten M. Yusuf.

Ia mengaku ada sejumlah wacana yang akan diambil dalam melaksanakan new normal di lingkungan sekolah, diantaranya adalah dengan melakukan pergiliran antara kegiatan belajar mengajar daring dengan tatap muka di kelas."Bisa dilakukan dengan 50 persen belajar tatap muka di dalam kelas, dan sisanya belajar daring.

Atau bisa 75 persen daring, dan sisanya tatap muka di dalam kelas. Artinya, jika di dalam satu kelas ada 36 peserta didik, 18 anak melakukan kegiatan belajar mengajar tatap muka, sedangkan sisanya melakukan kegiatan belajar mengajar daring," kata Yusuf, kemarin.

Masih diakui Yusuf bahwa persoalan newa normal di lingkungan sekolah tidak hanya persoalan kegiatan belajar mengajar, namun hal yang menjadi bahan kajian juga saat peserta didik belajar olahraga dan kondisi kantin sekolah."Selain itu kebiasaan anak-anak berkumpul saat istirahat jam sekolah, juga menjadi perhatian kami. Masih banyak lagi yang harus dikaji oleh kami terkait dengan penerapan new normal di sekolah," ungkap Yusuf.

Sementara itu, Nawa Said Dimyati, Wakil Ketua DPRD Banten mengusulkan agar menerapan new normal harus disesuaikan dengan kondisi kasus Covid-19. Artinya, jika status kasus Covid-19 masuk zona merah, maka penerapan new normal di sekolah dengan menggunakan persentasi daring dan tatap muka tidak bisa diterapkan."Jika penerapan new normal diberlakukan rata di semua kabupaten/kota, dikhawatirkan akan muncul klaster baru kasus Covid-19 di Banten yang saat ini terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia," katanya.

Ia menegaskan, penerapan new normal di sekolah yang berada di wilayah Kabupaten Lebak dan Pandeglang mungkin bisa dilakukan. Namun untuk di wilayah Tangerang Raya Dindikbud Banten harus melakukan kajian lebih mendalam. (satibi)

 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook