APDESI Desak BK Usut Oknum Dewan

nurul roudhoh   |   Lebak  |   Kamis, 04 Juni 2020 - 15:17:40 WIB   |  dibaca: 46 kali
APDESI Desak BK Usut Oknum Dewan

RUMAH RAKYAT: Pimpinan DPRD Lebak menerima ratusan kepala desa dan prades di ruang paripurna DPRD Lebak, Rabu (3/6).

LEBAK, BANTEN RAYA- Sedikitnya 250 kepala desa yang tergabung dalam Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Lebak serta sekitar 100 perangkat desa (prades) dari berbagai kecamatan di Kabupaten Lebak, mendatangi gedung DPRD Lebak, Rabu (3/6) pukul 13.00. Mereka datang untuk memprotes pernyataan oknum anggota DPRD Lebak dari Fraksi PPP Musa Weliansyah di akun facebook (FB) miliknya yang dinilai menyinggung perasaan kades.

Kedatangan kades langsung disambut Kapolres Lebak AKBP Firman Andreanto bersama puluhan perwiranya yang turun langsung melakukan pengamanan gedung DPRD Lebak. Agar kehadiran para kades dan prades tersebut tidak membuat kekisruhan, akhirnya pimpinan DPRD langsung mengambil langkah cepat untuk menerima mereka di ruang paripurna DPRD.

Namun para kepala desa dan prades tetap kecewa karena oknum dewan yang meraka tuju yaitu Musa Weliansyah tidak hadir di ruangan tersebut. Akhirnya kekecewan kepala desa maupun prades mampu diredam serta pimpinan dewan meminta agar perwakilan kepala desa untuk menyampaikan tujuan atas kehadirannya ke DPRD Lebak.

Wakil Ketua APDESI Lebak Darmawan di hadapan pimpinan dewan mengungkapkan, kehadirannya bermaksud ingin mempertanyakan beberapa postingan di akun facebook Musa Weliansyah yang menyebutkan bila bantuan sosial tunai (BST), bantuan langsung tunai (BLT), serta bantuan pangan non tunai (BPNT) tidak tepat sasaran karena ulah kepala desa yang tidak bisa bekerja dan tidak bisa mendata warganya dengan baik. Selain itu, menurut Darmawan, Musa Weliansyah juga memposting tudingan bila kepala desa hanya mementingkan keluarga dan kerabatnya saja untuk mendapatkan BST.

“Bagi kami, postingan saudara Musa tersebut adalah sebuah provokasi dan fitnah bagi para kepala desa. Lalu apakah pantas seorang wakil rakyat mendiskreditkan kepala desa yang juga adalah rakyatnya, melalui postingan di meia sosial,” ujar Darmawan.

Mengingat perbuatan Musa tersebut sudah menyinggung dan memprovokasi masyarakat yang saat ini sedang sensitif dalam menghadapai BST ini, maka melalui pimpinan DPRD yang ada dirinya berharap agar ulah Musa tersebut diproses oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD Lebak.

Pengurus APDESI Lebak Usep Pahlaludin menuding bila Musa pengecut, karena tidak hadir di ruang paripurna untuk menyelesaikan persoalannya dengan para kepala desa maupun prades se-Lebak.“Kedatangan kami ke sini sebenarnya ingin menuntaskan persoalan postingan saudara Musa yang memfitnah kami. Namun sayangnya yang bersangkutan tidak hadir, sehingga kami menilai saudara Musa pengecut,” tegas Usep.

Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Lebak Dindin Nurohmat mengatakan, semua aspirasi yang disampaikan secara lisan maupun secara tertulis dari APDESI akan ditindaklanjutinya. Pimpinan dewan segera memintai klarifikasi hal itu kepada Musa. “Kebetulan yang bersangkutan (Musa) sedang tidak berada di tempat, untuk itu apa yang telah disampaikan APDESI kepada kami tentu akan langsung ditindaklanjuti,” tegas Dindin.

Musa yang dihubungi melalui whatsapp mengatakan, dirinya sangat menginginkan hadir untuk menghadapi APDESI dan prades. Namun karena pimpinan menetaptakn bila audensi tersebut tertutup, maka dirinya tidak hadir. Terkait desakan APDESI agar dirinya diusut oleh BK, Musa mengaku mendukungnya. Bahkan bila dirinya diangggap memfitnah dan melecehkan kades, Musa meminta kepada APDESI untuk segera melaporkannya ke aparat penegak hukum.

“Dalam postingan tersebut saya tidak merasa memprovokasi. Justru kehadiran mereka ke gedung dengan jumlah ratusan orang tersebut adalah sebuah provokasi. Bahkan dengan jumlah ratusan yang hadir, mereka tidak mengindahkan instruksi Kapolri dalam upaya pencegahan penularan Covid-19,” kata Musa. (hudaya/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook