Mahasiswa: Usut Mark Up JPS Kota

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 04 Juni 2020 - 15:37:59 WIB   |  dibaca: 106 kali
Mahasiswa: Usut Mark Up JPS Kota

TEATRIKAL: Mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa menuntut pengusutan dugaan mark up pada pengadaan JPS Kota Serang, Rabu (3/6).

SERANG, BANTEN RAYA- Puluhan mahasiswa di Kota Serang yang tergabung dalam Jaringan Pengawal Anggaran Corona (Jala Corona) mendesak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten mengusut dugaan mark up anggaran jaring pengaman sosial (JPS) Kota Serang. Sebab, Inspektorat Kota Serang telah menemukan adanya kelebihan pembayaran Rp 1,9 miliar dari program tersebut.

Desakan itu disampaikan mahasiswa saat menggelar unjuk rasa di depan pintu gerbang kantor Kejati Banten, Rabu (3/6). Dari Kejati, Mahasiswa pun demo di kantor Kejari Serang.
Koordinator unjuk rasa Arif mengatakan, dalam JPS Kota Serang yang berbentuk barang kebutuhan pokok (sembako) seperti beras, mie instan dan sarden, diduga terindikasi adanya skandal bancakan. Hal ini dikarenakan adanya perbedaan nilai barang yang disalurkan dengan pagu anggaran yang ada.

"Awalnya kan masyarakat mempertanyakan perihal hitung-hitungan nilai bantuan yang disebut di bawah Rp 200 ribu. Nominal yang ditetapkan oleh Pemkot Serang untuk setiap kepala keluarga (KK) segitu. Namun nilai bantuan (barang) tersebut kalau dihitung kira-kira hanya Rp 150 ribu saja," kata Arif.

Menurutnya, dari penelusuran yang dilakukannya, pemkot telah melakukan pembayaran anggaran JPS selama 3 bulan senilai Rp 30 miliar. Padahal saat itu pemkot baru menyalurkan JPS tahap pertama. "Akan tetapi Pemkot Serang ternyata melakukan pembayaran keseluruhan di muka. Buktinya yaitu dalam hasil pemeriksaan Inspektorat, ada temuan Rp 1,9 miliar," ujarnya.

Arif menambahkan, dalam data pemeriksaan Inspektorat disebutkan bahwa harga pasaran satu liter beras Rp 12.800, hanya selisih Rp 200 dari pagu anggaran yaitu Rp 13 ribu. Total kelebihan bayar untuk pengadaan beras jika ditotal keseluruhannya sebesar Rp 300 juta.

"Tapi jika mengacu pada data refocusing anggaran Kota Serang, pengadaan beras stok pangan di Dinas Pertanian untuk satu liternya seharga Rp 10.453. Terdapat selisih yang cukup jauh dengan pagu anggaran Dinsos maupun harga pasar yang ditentukan oleh Inspektorat," jelasnya.

Arif mengungkapkan, apabila mengacu pada harga satuan liter beras Dinas Pertanian, maka dipastikan kelebihan bayar yang terjadi pada pengadaan beras mencapai Rp 3,8 miliar. Untuk kelebihan pembayaran beras, sudah dua kali lipat dari temuan Inspektorat, belum lagi jika ditambah dengan kelebihan bayar pada pengadaan sarden dan mie instan.

"Sehingga terindikasi adanya penyelewengan anggaran (JPS) sebesar Rp 2,5 miliar setiap bulan. Jika ditotal 3 bulan, maka penyelewengan anggaran diperkirakan mencapai Rp 7,5 miliar," ungkapnya.

Arif menuding adanya permainan yang sengaja diatur oleh oknum-oknum yang ada di Pemkot Serang, agar bisa bancakan anggaran yang seharusnya dapat dinikmati oleh masyarakat yang sedang menderita akibat Covid-19, dan pihak penyedia yakni PT Bantani Damir Primarta sangat diuntungkan. "Tanpa mengeluarkan modal pun mereka bisa melakukan pengadaan barang yang nilainya mencapai Rp 30 miliar karena pemerintah melakukan pembayaran lunas dimuka," katanya.

Untuk itu, Arif meminta Kejari Serang untuk mengusut kasus tersebut dan tidak menutup mata. Meski pun diketahui bahwa Kejari Serang mendapatkan kucuran dana yang cukup besar dari pemkot yaitu senilai Rp 500 juta.

"Jangan sampai hanya karena kucuran dana itu, Kejari Serang menutup mata atas dugaan penyelewengan yang terjadi tepat di depan mata mereka sendiri. Usut tuntas skandal JPS di Kota Serang, Kejati Banten harus turun tangan awasi anggaran Covid-19 (JPS) di Kota Serang dan di daerah lainnya," tegasnya.

Kasi Intel Kejari Serang Muhammad Usman saat diwawancara enggan mengomentari aksi unjuk rasa terkait dugaan mark up anggaran JPS Kota Serang. Apalagi aksi tersebut dianggap ilegal lantaran tidak memiliki izin. "Apa yang perlu dikomentari, mereka juga tidak ada izin," katanya. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook