Empat Terminal Bus Masih Dilarang Operasi

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Kamis, 04 Juni 2020 - 15:45:45 WIB   |  dibaca: 1388 kali
Empat Terminal Bus Masih Dilarang Operasi

SAMPAI PEKAN DEPAN : Kondisi Terminal Terpadu Merak (TTM) yang masih ditutup dan tidak ada bus yang beroperasi, Selasa (2/6).

CILEGON, BANTEN RAYA - Penutupan Terminal Tipe A  diperpanjang lagi Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI hingga 7 Juni 2020. Perpanjangan penutupan terminal tersebut merujuk pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KM 116 Tahun 2020 tentang Perpanjangan Masa Berlaku Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 25 Tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Mudik Idul Fitri Tahun 1441 Hijriah.

Pantauan Banten Raya, Rabu (3/6), kondisi Terminal Terpadu Merak (TTM) terpantau masih tertutup. Pintu masuk terminal ditutup dengan water barrier. Terlihat tidak ada aktivitas penumpang naik turun di terminal tersebut. Begitu pula bus yang parkir, tidak ada satupun. Beberapa bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang mulai beroperasi terlihat menunggu penumpang di pusat Kota Cilegon dan Terminal Seruni Cilegon.

Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah VIII Banten Nurhadi Unggul Wibowo mengatakan, jika tidak ada perubahan lagi, 8 Juni 2020 terminal tipe A bisa beroperasi kembali. “Tetapi, jika ada aturan baru keluar lagi terkait perpanjangan masa penutupan terminal tip -A, maka akan diperpanjang lagi penutupannya,” kata Nurhadi kepada Banten Raya, kemarin.

Nurhadi menjelaskan, di wilayah kerja BPTD Wilayah VIII Banten, ada empat terminal tipe A yaitu Terminal Terpadu Merak, Terminal Pakupatan, Terminal Labuan, dan Terminal Mandala Rangkasbitung. Saat ini, empat terminal tersebut masih ditutup untuk bus AKAP. “Jika dibuka nanti, kita juga masih menunggu apakah bus AKAP bisa menerapkan tarif dua kali lipat dari biasanya atau tidak, karena kan tetap protokol kesehatan harus dilakukan dengan pembatasan penumpang bus maksimal 50 persen dari kapasitas. Kita masih tunggu aturannya dari Kemenhub,” tuturnya.

Terpisah, Kepala TTM Alam Surya Wijaya mengatakan, awalnya Terminal Merak ditutup hingga 31 Mei 2020. Akan tetapi, hingga saat ini masih dilakukan penutupan lantaran belum ada arahan dari Kemenhub RI terkait operasional bus AKAP. “Penutupan terminal diperpanjang hingga batas waktu yang belum ditentukan. Kita menunggu arahan Kemenhub saja, kalau bisa dioperasikan ya nanti dioperasikan,” katanya dihubungi melalui sambungan telepon.

Alam menjelaskan, saat ini sudah banyak pengurus otobus yang menanyakan kepada dirinya terkait dengan operasional TTM dan meminta untuk dibuka. “Kalaupun saat ini ada bus yang beroperasi tetapi di luar Terminal Merak, tentu bukan kewenangan kita untuk menindak,” ujarnya.

Ia mengakui, saat ini mulai ada beberapa penumpang pasca dibuka kembali Pelabuhan Merak untuk pejalan kaki dan kendaraan pribadi. Akan tetapi, penumpang biasanya naik angkutan kota (Angkot) menuju Kota Cilegon untuk meneruskan perjalanan ke kota tujuan. “Biasanya penumpang yang turun dari kapal milih naik angkot,” ujarnya. (gillang)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook