Pengusaha Hotel Sambut New Normal

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 04 Juni 2020 - 15:47:11 WIB   |  dibaca: 173 kali
Pengusaha Hotel Sambut New Normal

BUTUH GELIAT EKONOMI : Hotel Horison Ultima Ratu Serang yang ada di jalan KH Abdul Hadi siap menyambut penerapan new normal oleh pemerintah daerah.

SERANG, BANTEN RAYA – Pengusaha perhotelan di Kota Serang menyambut baik rencana Pemerintah Kota Serang yang akan menerapkan kewajaran baru atau new normal. Pasalnya, sejak Covid-19 mewabah perhotelan menjadi salah satu sektor yang sangat terpukul.

Pengelola Hotel Srikandi Royal Tubagus Mashudi mengatakan bahwa selama masa pandemi Covid-19, khususnya sebelum Ramadan, tingkat hunian kamar turun hingga 70 persen. Ia menyebut kondisi perhotelan hancur. Selama Ramadan lalu ia juga memutuskan untuk tidak menerima tamu selama sebulan untuk menghindari penyebaran covid karena banyak tamu yang datang dari zona merah.“Kondisi perhotelan (karena korona-red) ambyar. Ancur, Bos,” kata Mashudi, Rabu (3/6).

Karena itu, ketika Pemerintah Kota Serang akan menerapkan kewajaran baru, ia menyambut baik karena ini akan memperbaiki kondisi perhotelan di Kota Serang. Sebab bila menunggu sampai vaksin virus ini ditemukan membutuhkan waktu satu hingga dua tahun dan tidak mungkin semua orang menunggu selama itu. “Pada prinsipnya saya setuju dengan kebijakan pemberlakuan new normal. Karena mau enggak mau, suka enggak suka, kita akan tetap harus hidup berdampingan dengan corona virus ini,” katanya.

Mashudi menyatakan bahwa tidak mungkin semua orang terus tetap di rumah selama setahun atau dua tahun. Bila itu dilakukan maka perekonomian akan hancur. Ia hanya berharap ketika akan menggelar kewajaran baru Pemerintah Kota Serang menyosialisasikan dan memberikan penyuluhan secara intensif kepada masyarakat tentang bagaimana seharusnya menjalani kehidupan selama masa new normal ini.

“Turunkan petugas penyuluh ke tiap RT/ RW. Libatkan ulama dan para ustad atau  pemuka agama agar bisa menyelipkan imbauan hidup sehat di era new normal ini,” harapnya.
Mashudi mengungkapkan bahwa hotel yang dikelolanya baru buka saat sepekan setelah Lebaran dan tetap menggunakan standar protokol pencegahan Covid-19.

Ketua Harian Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Serang Indah SR mengatakan bahwa hotel-hotel di Kota Serang sejak Maret sampai saat ini sudah menerapkan protokol kesehatan selama menerima tamu. Karena itu bila kewajaran baru diterapkan maka hotel-hotel hanya cukup meneruskan apa yang selama ini dilakukan.  

“Kami sudah terapkan protokol kesehatan seperti cek suhu tamu, menyediakan tempat cuci tangan, menjaga jarak fisik tamu, dan lainnya,” kata pengelola Hotel Wisata Baru ini.
Sementara itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Serang telah membentuk gugus tugas penanganan korona hingga tingkat RT/RW. Hal tersebut dalam rangka menghadapi new normal (cara hidup baru), agar masyarakat menjaga kedisiplinan masyarakat mengenai protokol kesehatan sesuai dengan kebijakan pemerintah.

Walikota Serang Syafrudin mengatakan, Pemkot Serang siap memberlakukan new normal dalam waktu dekat ini. Karena itu, gugus tugas mulai dari pemerintahan, kota hingga di pelosok harus dibentuk. "Semua sudah dibentuk (gugus tugas), bahkan hingga tingkat RT dan RW," kata Syafrudin, kemarin.

Menurut dia, dalam penerapan new normal perlu adanya dukungan serta kerja sama yang menyeluruh dengan masyarakat. "New normal ini kan bukan hanya pada pemerintah saja. Tapi juga untuk masyarakat, dan memang tujuannya untuk masyarakat juga. Jadi ini kepentingan bersama," ucap dia.

Karena itu, lanjut Syafrudin, sejumlah tempat keramaian seperti pusat perbelanjaan, ritel, pasar hingga pariwisata akan dibuka kembali saat new normal mulai diberlakukan. "Jadinya sebetulnya, masyarakat yang juga harus menjaga protokol kesehatan. Jangan hanya pemerintah saja, semua pun harus mendukung," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang Lenny Suryani mengatakan, saat ini Kota Serang sudah menjadi zona orange dan masyarakat harus memperhatikan protokol kesehatan. "Tetap di rumah kalau tidak ada kepentingan. Gunakan masker bila keluar rumah, dan jaga jarak sosial," ujar Lenny. (tohir/harir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook