Tanpa Daftar Daring Tetap Dilayani

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 04 Juni 2020 - 15:48:33 WIB   |  dibaca: 144 kali
Tanpa Daftar Daring Tetap Dilayani

DISAMBUT ANTUSIAS : Ratusan pengendara antre untuk melakukan rapid test Covid-19 secara drive thru di Kawasan Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Rabu (3/6).

SERANG, BANTEN RAYA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Banten bakal tetap melayani warga yang datang untuk rapid test Covid-19 walau sebelumnya tak mendaftar secara daring atau online. Mereka akan mengikuti tes jika target harian pada kegiatan yang digelar di area Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang pada 3 hingga 5 Juni itu sudah tercapai.

Kepala Dinkes Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, pada dasarnya pemprov akan memberikan pelayanan optimal kepada warganya termasuk untuk program rapid test. Meski seharusnya terlebih dahulu daftar secara daring namun pihaknya tetap akan melayani bagi mereka yang belum melakukannya."Selama ini jika target per harinya masih ada sisa dan masih di jam pelayanan yaitu sampai dengan jam 13.00. Dapat dilayani meskipun belum terdaftar online," ujarnya, Rabu (3/6).

Mantan Direktur Utama RSUD Kota Tangerang itu menuturkan, walau tetap dilayani, warga diminta untuk melakukan pendaftaran secara daring melalui tautan yang telah disediakan. Hal itu dilakukan agar pelayanan bisa dilakukan secara tertib dan optimal."Target per hari 1.000 orang. Namun tentunya kami lebih dulu melayani atau memprioritaskan layanan yang sudah daftar online," katanya.

Adapun hasil rapid test haripertama yang digelar di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang terdapat 735 orang yang diperiksa. 733 diantaranya menunjukkan indikator non reaktif dan dua orang menunjukkan indikator reaktif."Mereka yang menunjukkan indikator reaktif ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab PCR (polymerase chain reaction)," ungkapnya.

Pantauan Banten Raya, pelaksanaan rapid test hari pertama di Stadion Maulana Yusuf disambut antusias. Sejak dibuka pukul 08.30 WIB, pos pemeriksaan sudah dipadati antrean warga baik yang menggunakan roda empat maupun roda dua. Rapid test sendiri menggunakan metode pelayanan tanpa turun atau drive thru. Setiap tes dilakukan dengan warga yang tetap duduk di atas kendaraannya.

Gubernur Banten Wahidin Halim mengatakan, pemprov mengambil kebijakan untuk memerpanjang pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Tangerang Raya hingga 14 Juni. Itu merupakan persiapan sebelum memasuki fase new normal."Jadi PSBB tahap ketiga ini merupakan tahap awal sebelum pemberlakuan new normal. Namun dengan berbagai evaluasi yang terus dilakukan dengan daerah Tangerang Raya," tuturnya.

Terpisah, Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pandeglang menetapkan Kecamatan Majasari sebagai zona merah Covid-19. Penetapan dilakukan menyusul temuan empat kasus positif baru di kecamatan ini berdasarkan hasil pemeriksaan swab yang dilakukan petugas medis beberapa waktu lalu.

“Beberapa minggu lalu kami melakukan swab kepada warga yang sempat kontak dengan warga terkena covid. Hasilnya swab kami kirim ke lab di Banten. Cukup mengejutkan karena hasil pemeriksaan PCR menunjukkan empat diantaranya positif,” kata Jubir Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pandeglang dr Achmad Sulaeman, Rabu (3/6).

Sulaeman menayatakan, empat warga yang terkonfirmasi Covid ini tiga orang di antaranya berasal dari Kabupaten Lebak, Serang, dan Kota Serang. “Oleh karena itu peta penyebaran Covid-19 terjadi perubahan dimana Majasari masuk zoba merah. Jangan khawatir Gugus Tugas akan terus memantau dan tracing terhadap warga lainnya yang kontak dengan pasien positif,” Sulaeman berjanji.

Sekadar informasi, bertambahkan penderita Covid di Majasari ini tidak lepas dari adanya kunjungan Warga Negara Asing asal Bangladesh beberapa bulan lalu di Kecamatan Majasari. WNA ini sempat menggelar pertemuan dengan warga di sebuah musala setempat.

Informasi yang dihimpun dari situs infocorona.bantenprov.go.id per 3 Juni hingga pukul 20.00 WIB, terdapat 834 kasus positif. Itu terdiri atas 399 pasien yang masih dirawat, 368 telah sembuh dan 67 dinyatakan meninggal dunia.

Adapun rinciannya, Kabupaten Tangerang 109 dirawat, 71 sembuh dan 11 meninggal. Kota Tangerang 130 dirawat, 209 sembuh dan 29 meninggal. Kota Tangerang Selatan 147 dirawat, 70 sembuh dan 25 meninggal. Kota Serang 4 dirawat, 7 sembuh dan 1 meninggal, Kabupaten Serang 6 masih dirawat dan 4 sembuh, Kabupaten Pandeglang 1 dirawat, 2 sembuh dan 1 meninggal. Kota Cilegon 5 sembuh serta Kabupaten Lebak 2 dirawat.

Untuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 2.458 kasus terdiri atas 1.049 dirawat, 1.132 sembuh dan 277 meninggal. Rinciannya, Kabupaten Pandeglang 4 dirawat, 18 sembuh dan 10 meninggal, Kabupaten Lebak 23 dirawat 9 sembuh dan 9 meninggal, Kabupaten Tangerang 412 dirawat, 80 sembuh dan 40 meninggal. Kabupaten Serang 19 dirawat, 31 sembuh dan 24 meninggal, Kota Tangerang 244 dirawat, 649 sembuh dan 84 meninggal dunia, Kota Cilegon 2 dirawat, 14 sembuh dan 25 meninggal. Kota Serang 10 dirawat dan 27 sembuh dan 3 meninggal serta Kota Tangerang Selatan 305 dirawat, 304 sembuh dan 82 meninggal.

Kemudian untuk ketegori orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 9.042 orang terdiri atas 891 dipantau dan 8.151 sembuh. Rinciannya, Kabupaten Pandeglang 21 dipantau dan 937 sembuh, Kabupaten Lebak 28 dipantau dan 534 sembuh, Kabupaten Tangerang 165 dipantau dan 775 sembuh. Kabupaten Serang 71 dirawat dan 895 sembuh, Kota Tangerang 247 dipantau dan 2.386 sembuh, Kota Cilegon 24 dipantau dan 594 sembuh. Kota Serang 17 dipantau dan 329 sembuh serta Kota Tangerang Selatan 318 dipantau dan 1.701 sembuh. (dewa)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook