64 Murid Adem Batal Dipulangkan

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Jumat, 05 Juni 2020 - 15:56:41 WIB   |  dibaca: 194 kali
64 Murid Adem Batal Dipulangkan

RAPID TEST: Salah seorang siswi afirmasi pendidikan menengah (Adem) asal Papua mengikuti rapid test sebelum dipulangkan ke kampung halamannya, kemarin.

SERANG, BANTEN RAYA-Sebanyak 64 siswa afirmasi pendidikan menengah (Adem) asal Papua batal dipulangkan ke daerahnya masing-masing. Pasalnya, bandara udara tujuan Manokwari, Jayapura dan Marauke belum membuka pelayanan penerbangan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di wilayah tersebut.

Kepada Banten Raya, Arkani, Kepala Bidang Pendidikan Khusus pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten menyampaikan, kabar batalnya keberangkatan tersebut terungkap saat pihaknya melakukan rapat koordinasi daring dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan staf khusus presiden.

Padahal, kata Arkani, seluruh siswa Adem yang tersebar di beberapa provinsi di Indonesia sudah membeli tiket pesawat dan siap untuk kembali ke kampung halamannya masing-masing. Namun karena jadwal penerbangan tidak ada, maka keberangkatan mereka terpaksa ditunda sampai batas waktu yang belum bisa ditentukan."Namun alhamdulilah oleh agen penerbangan semua biaya pembelian tiket dikembalikan secara utuh," kata Arkani, Kamis (4/6).

Ia berharap, dengan adanya komunikasi dengan pihak istana kepresidenan diharapkan kerengkatan siswa Adem bisa segera dilaksanakan. Karena para siswa Adem nampak kecewa dengan kebetalan keberangkatan ini."Wajar anak-anak ini kecewa, karena sudah kangen dengan keluarga di rumah. Barusan saya dapat kabar dari Kemendikbud agar kami memantau perkembangan jadwal penerbangan ke Papua," ungkap Arkani.

Arkani menambahkan bahwa jadwal keberangkatan siswa Adem akan diatur oleh Kemendikbud, adapun tugas Dindikbud Banten dan para pendamping adalah melakukan rapid test ulang kembali sebelum mereka diberangkatkan ke kampung halamannya masing-masing."Kami juga memiliki tanggungjawab untuk mengantar mereka ke asalnya masing-masing dengan selamat," tegasnya.

Perlu diketahui, sebelumnya hanya Bandara Manokwari yang belum memberikan layanan penerbangan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di tanah Cendewasih tersebut, sedangkan Bandara Jayapura dan Marauke masih melayani penerbangan. Namun informasi terakhir semua bandara yang berada di Papua tidak melayani penerbangan. (satibi)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook