Digelar di Pengadilan, Disambut Antusias

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 05 Juni 2020 - 16:11:21 WIB   |  dibaca: 77 kali
Digelar di Pengadilan, Disambut Antusias

ISBAT NIKAH: Warga Kecamatan Cikande yang pernikahannya belum tercatat di KUA mengikuti isbat nikah di Pengadilan Agama, belum lama ini.

SERANG - Bagi orang yang tinggal di kampung dan sudah lama menikah, kepemilikan buku nikah dianggap tidak begitu penting. Namun saat ini kepemilikan buku nikah menjadi kebutuhan seperti halnya memiliki KTPel dan dokumen kependudukan yang lainnya.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang telah memprogramkan isbat nikah bagi pasangan suami istri yang sebelumnya menikah di bawah tangan atau di luar Kantor Urusan Agama (KUA). Kegiatan isbat nikah disambut antusias oleh masyarakat, bahkan agar bisa mengikuti isbat nikah harus mengantre karena kuota yang terbatas.

Kegiatan isbat nikah biasanya digelar di kecamatan masing-masing, namun di masa pandemi global Covid-19 ini kegiatan isbat nikah dilaksanakan di kantor Pengadilan Agama Serang dengan tetap menjalankan protokol Covid-19. Meski digelar di Pengadilan Agama, masyarakat rela datang agar pernikahan mereka tercatat di KUA.

"Alhamdulillah kegiatan isbat nikah tahun ini sudah dimulai dan dilaksanakan di Pengadilan Agama. Yang sudah melaksanakan Kecamatan Cikande," ujar Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Serang Tarkul Wasyit, Kamis (4/6).

Kegiatan isbat nikah dilaksanakan setiap hari, namun ketika new normal sudah diberlakukan, isbat nikah kemungkinan akan digelar di kecamatan masing-masing dengan tetap menjalankan prosedur Covid-19. "Antusias masyarakat untuk bisa ikut isbat nikah sangat tinggi, mungkin mereka menganggap memiliki buku nikah sangat penting," ujarnya.

Dalam setahun, Pemkab Serang telah mengalokasikan anggaran untuk kegiatan isbat nikah bagi sekitar 2.000 pasangan suami istri yang dibagi di 29 kecamatan. "Ibu Bupati (Rt Tatu Chasanah-red) memberikan perhatian penuh kepada pasangan suami istri agar bisa ikut isbat, karena ibu bupati memandang penting bagi pasangan suami istri memiliki buki nikah," tuturnya.

Tarkul mengungkapkan, jumlah pasangan suami istri di Kabupaten Serang yang belum memiliki buku nikah jumlahnya terus berkurang. "Kita targetkan dua tahun ke depan tidak ada lagi pasangan suami istri yang pernikahannya tidak tercatat di KUA atau negara. Kita juga mendorong agar masyarakat yang mau menikah, menikahnya di KUA," katanya.(TANJUNG)

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook