Tersangka Live Seks Ditahan di Rutan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 05 Juni 2020 - 16:14:53 WIB   |  dibaca: 280 kali
Tersangka Live Seks Ditahan di Rutan

DILIMPAHKAN: Penyidik Ditkrimsus Polda Banten berkoordinasi dengan JPU saat pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka live mesum di Kejari Serang, Kamis (4/6).

SERANG, BANTEN RAYA- Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Banten melimpahkan dua berkas dan tersangka video live streaming adegan seks, AP (21) dan IP (23) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang, Kamis (4/6). Keduanya saat ini di tahan di Rumah Tahanan (Rutan) klas II B Serang.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Banten Kompol Priyatri Winoto membenarkan jika berkas kedua tersangka asusila yang diungkap Ditkrimsus Polda Banten pada April 2020 lalu sudah p21 atau pelimpahan berkas, barang bukti dan tersangka ke Kejari Serang."Sudah hari ini, ada 6 tersangka (dua di antaranya tersangka live mesum), semuanya wanita dilimpahkan," katanya kepada Banten Raya, Kamis (4/6).

Menurut Winoto, AP dan IP sudah dibawa ke Rutan Klas IIB Serang setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan melakukan rapid test mengantisipasi penyebaran virus korona. Sehingga rutan dapat menerima pelimpahan tahanan di Polda Banten ke Rutan Serang."Kemarin juga sudah dibahas antara Kapolda dengan Kemenkumham (terkait penerimaan tahanan). Info ada yang kosong (ruang tahanan) jadi tsk (tersangka) wanita bisa dilimpahkan," ujarnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten Puji Yati membenarkan jika pihaknya sudah menerima berkas, barang bukti dan tersangka dari penyidik Ditkrimsus Polda Banten. Penyerahan itu dilakukan di kantor Kejari Serang. "Sudah (pelimpahan), awalnya kita ingin membawanya kesini (tersangka), tapi pihak rutan tidak mengijinkan dan pelimpahan tersangka akhirnya dilakukan secara online," katanya.

Puji menambahkan dalam berkas perkara AP dan IP dijerat pasal 45 ayat 1, junto pasal 27 ayat 1, Undang-undang (UU) nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik junto pasal 55 KUHP dan atau pasal 29 junto pasal 4 ayat 1 huruf d dan atau pasal 36 junto pasal 10 UU nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi junto pasal 55 KUHP. "Undang-undang ITE dan pornografi," tambahnya.

Terpisah, Kepala Rutan Serang Aliandra mengatakan, Rutan seharusnya belum menerima pelimpahan tahanan dari Polda Banten, namun karena kondisi di Polda Banten tidak memungkinkan, terutaman tahanan wanita yang membutuhkan ruang khusus.

"Pada prinsipnya kita belum menerima tahanan baru mas terkait covid , tapi karna di polda juga ruang tahanan sangat terbatas dan tahanan perempuan membutuhkan ruang khusus maka hasil koordinasi antar pimpinnan polda dan Kanwil Banten kemarin kami menerima tahanan perempuan," katanya.

Aliandra menambahkan, sebelum dilimpahkan tahanan tersebut harus mengikuti standar operational prosedur pada masa pandemi Corona. Apabila lolos, tahanan baru dapat diterima.
"Ada syarat dan ketentuan mengacu pada SOP penerimaan tahanan korona, salah satunnya adalah surat keterangan sehat dan suhu tidak di atas rata-rata normal dan menjalani rapid test," tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang mahasiswi di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Serang berinisil AP (22) warga Cikande, Kabupaten Serang dan pengelola akun bernisial IP (23) warga Bekasi, Jawa Barat ditangkap unit Cyber Ditkrimsus Polda Banten karena melakukan bisnis live streaming adegan tidak senonoh atau mesum via media sosial (medsos) Instagram.
Pengungkapan kasus tersebut, berawal dari laporan informasi penyidik pada 7 April 2020. Setelah melakukan patrol cyber melalui Instagram ditemukan akun Instagram atas nama anya.ayulg yang membuat snapgram dengan cara menawarkan jasa live seks.

Saat dilakukan penyelidikan ternyata pemilik akun Instagram anya.ayulg masuk dalam grup line panda plenyun yang menawarkan jasa live seks pada 11 April pukul 01.00. Adapun cara  bergabung pada grup tersebut berawal dari iklan yang dibuat oleh pemilik akun Instagram anya.ayulg setelah itu melakukan transfer pulsa ke nomor telepon pelaku. Ketika bukti transfer sudah discreenshoot otomatis masuk dalam grup line atas nama panda plenyun.

Setelah dipastikan, Unit Cyber Polda Banten melakukan pengejaran terhadap pelaku yang berada di Ciracas, Kota Serang. Pelaku diamankan pada Minggu (11/4) dini hari, sekitar pukul 00.01. Setelah dilakukan pengembangan, polisi mengamankan admin layanan live seks yang juga pemilik akun line atan nama Vio Rabbit di Bekasi, Jawa Barat. (darjat/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook