Kades dan Kantor Dinsos Digeruduk Warga

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 05 Juni 2020 - 16:34:25 WIB   |  dibaca: 191 kali
Kades dan Kantor Dinsos Digeruduk Warga

PERTANYAKAN DATA: Belasan warga dari Lingkungan Kalentemu, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, Kamis (4/3).

SERANG, BANTEN RAYA - Sekitar 100 orang warga Desa Sindang Mandi, Kecamatan Anyer mendatangi kantor desa untuk menyampaikan aspirasi kepada Kepala Desa (Kades) mereka yakni Ibnu Aqil terkait dengan bantuan sosial tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos) yang diniali warga tidak merata. Sebelumnya, sejumlah kades juga didatangi warganya terkait kasus yang sama.

Kades Sindang Mandi, Kecamatan Anyer Ibnu Aqil mengatakan, aksi yang dilakukan warganya tersebut terkait dengan BST dari Kemensos RI. "Iya warga menyampaikan aspirasi terkait dengan BST. Mereka menilai warga yang tidak dapat bantuan tidak merata, karena memang di Desa Sindang Mandi ini hanya 75 KK (kepala keluarga)," ujar Ibnu Aqil kepada Banten Raya, Kamis (4/6).

Pria yang akrab disapa Basir itu mengaku heran dengan jumlah penerima BST yang hanya 75 KK karena data warga terdampak Covid-19 kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Serang sebanyak 1.600 orang. "Saya tidak menyalahkan warga yang menyampaikan aspirasinya karena memang banyak dari mereka yang belum mendapatkan. Banyak warga di desa kami yang terdampak korona," ungkapnya.

Terkait dengan aksi yang dilakukan warganya tersebut, pihaknya akan mengupayakan warganya mendapatkan bantuan dari yang lain terutama dari Pemkab Serang. "Secepatnya akan kita koordinasikan dengan dinas terkait, mudah-mudahan yang belum bisa mendapatkan bantuan dari BST dan dari BLT (bantuan langsung tunai) bisa dapat bantuan dari kabupaten," tuturnya.

Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Serang Suja'i A Sayuti menyayangkan penggunaan data lama yang dipakai Kemensos dalam memberikan BST. "Permasalahan ini terjadi karena Kemensos memakai data lama. Kalau Kemensos memakai data baru yang diajukan oleh desa-desa pasti polemik di masyarakat tidak terjadi. Saya minta dinsos bisa mengkoordinasikan terkait pendataan ini deengan Kemensos," katanya.

Dalam perkembangan yang sama, belasan ibu rumah tangga atau emak-emak mendatangi Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Cilegon, Kamis (4/6). Ibu rumah tangga dari Lingkungan Kalentemu Timur, Kelurahan Samangraya, Kecamatan Citangkil, Kota Cilegon, tersebut mendatangi Kantor Dinsos Kota Cilegon untuk memertanyakan bantuan bagi warga terdampak virus korona di Kota Cilegon.

Belasan warga tersebut tiba di kantor Dinsos Kota Cilegon sekitar pukul 10.00 WIB. Beberapa perwakilan ibu-ibu meminta pejabat di Dinsos Kota Cilegon untuk keluar menjelaskan permasalahan ini. Mereka kemudian ditemui Kepala UPT Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial pada Dinsos Kota Cilegon Yusuf Han. Sebelum mendatangi Kantor Dinsos Kota Cilegon, belasan warga tersebut sebelumnya telah mendatangi Kantor Kelurahan Samangraya.

Warga Lingkungan Kalentemu Timur, Komawati mengatakan, kedatangannya ke Kantor Dinsos Kota Cilegon untuk memertanyakan kepada Dinsos Kota Cilegon. Pihaknya telah menyerahkan data ke Ketua RT dan RW setempat untuk mengajukan bantuan terdampak Covid-19.

Akan tetapi, setelah pencaran bantuan dari Pemkot Cilegon dan dari Pemerintah Pusat, emak-emak tersebut tidak mendapatkan bantuan.“Kita sudah nyerahin data, tapi tidak terima. Di RT kita yang terima sekitar 17 orang doing, padahal RT lain itu banyak yang terima sampai 35 orang,” kata Komawati.Ia mengaku, selama puluhan tahun di Kalentemu Timur belum pernah mendapatkan bantuan. “Kami meminta bantuan ini jangan dipilih-pilih,” pintanya.

Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial pada Dinsos Kota Cilegon Yusuf Han mengatakan, adanya aduan warga tersebut akan diakomodir. Hal yang sama juga berlaku jika ada aduan dari keluarahan lain. “Tetapi, kami tidak menerima aduan personal, kita menerima kolektif. Mudah-mudahan mereka yang datang ke sini akan terima bantuan di tahap selanjutnya,” ujarnya. (tanjung/gillang)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook