Banten Punya 5 Lab Rujukan Covid-19

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 05 Juni 2020 - 16:41:29 WIB   |  dibaca: 242 kali
Banten Punya 5 Lab Rujukan Covid-19

Target 1.000 Spesimen : Petugas menyemprot cairan disinfektan kepada pengendara usai melakukan rapid test Covid-19 secara drive thru di Kawasan Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Kamis (4/6).

SERANG, BANTEN RAYA - Laboratorium rujukan Covid-19 di Banten bertambah dua. Pertama berada di Rumah Sakit (RS) Krakatau Medika Kota Cilegon dan Fakultas Kedokteran (FK) UIN Syarif Hidayatullah, Kota Tangerang Selatan. Dengan penambahan tersebut, kini Banten total memiliki lima laboratorium rujukan.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, pihaknya memang sempat mengajukan penambahan laboratorum rujukan Covid-19 setelah sebelumnya Banten memiliki tiga laboratorium. Kini akhirnya fasilitas rujukan itu sudah bertambah lagi."Alhamdulillah laboratorium FK UIN Kota Tangerang Selatan sudah menjadi laboratorium rujukan Covid-19 di Provinsi Banten. Sekarang ada lima laboratorium rujukan Covid-19," ujarnya, Kamis (4/6).

Ia menuturkan, adapun tiga fasilitas yang sudah ditunjuk terlebih dahulu sebagai laboratorium rujukan yang terdiri atas laboratorium rujukan Covid-19 RSUD Kabupaten Tangerang. Laboratorium RS Siloam Lippo Village Karawaci di Kabupaten Tangerang. Lalu ada Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Banten di Kota Serang."Untuk RS Krakatau Medika dan UIN dapat bantuan reagen PCR (polymerase chain reaction). Sedangkan Laboratorium RS Siloam belum mengusulkan permintaan bantuan," katanya.

Laboratorium tersebut, kata dia, akan menjadi fasilitas pemeriksaan sampel swab dari pasien. Salah satunya adalah untuk mengecek tes swab pelaksanaan rapid test atau tes cepat.
Untuk pelaksanan rapid test hari ke dua di Stadion Maulana Yusuf, Kota Serang, Kamis (4/6).

Hasilnya, dari 837 orang yang dilakukan rapid test, 836 di antaranya menunjukkan indikator non reaktif, sementara 1 orang sisanya menunjukkan indikator reaktif. Jika dijumlah dnegan pelaksanaan hari pertama maka terdapat 3 orang yang reaktif."3 orang yang reaktif warga Kota Serang dilanjutkan dengan pemeriksaan swab PCR. Diarahkan untuk Isolasi mandiri di rumah selama 14 hari sekaligus menunggu hasil swab PCR," ungkapnya.

Kepala Dinas sosial Provinsi Banten Nurhana mengatakan, untuk penanganan Covid-19 Pemprov Banten mengalokasikan program jaring pengaman sosial (JPS) untuk 421.177 kepala keluarga (KK) penerima manfaat. Per KK untuk wilayah Tangerang Raya menerima Rp600.000, sementara di luar daerah tersebut menerima Rp500.000 selama tiga bulan.

Dipaparkan Nurhana, bantuan JPS Covid-19 merupakan upaya sistematis dari Pemprov Banten untuk mengantisipasi risiko sosial yang mungkin terjadi terhadap warga masyarakat. Diharapkan dengan adanya JPS ini warga yang terdampak baik langsung maupun tidak, secara sosial dapat bertahan."Terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar, ini merupakan wujud hadirnya Pemprov Banten dalam kesulitan warganya," tururnya.

Sementara, informasi yang dihimpun dari situs infocorona.bantenprov.go.id per 4 Juni hingga pukul 20.00 WIB, terdapat 859 kasus positif. Itu terdiri atas 397 pasien yang masih dirawat, 394 telah sembuh dan 68 dinyatakan meninggal dunia.

Adapun rinciannya, Kabupaten Tangerang 110 dirawat, 71 sembuh dan 11 meninggal. Kota Tangerang 121 dirawat, 226 sembuh dan 29 meninggal. Kota Tangerang Selatan 149 dirawat, 79 sembuh dan 26 meninggal. Kota Serang 5 dirawat, 7 sembuh dan 1 meninggal, Kabupaten Serang 7 masih dirawat dan 4 sembuh, Kabupaten Pandeglang 1 dirawat, 2 sembuh dan 1 meninggal. Kota Cilegon 2 dirawat dan 5 sembuh serta Kabupaten Lebak 2 dirawat.

Untuk kategori pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 2.477 kasus terdiri atas 1.029 dirawat, 1.165 sembuh dan 283 meninggal. Rinciannya, Kabupaten Pandeglang 5 dirawat, 18 sembuh dan 10 meninggal, Kabupaten Lebak 16 dirawat 16 sembuh dan 9 meninggal, Kabupaten Tangerang 413 dirawat, 80 sembuh dan 41 meninggal. Kabupaten Serang 15 dirawat, 35 sembuh dan 24 meninggal, Kota Tangerang 237 dirawat, 663 sembuh dan 86 meninggal dunia, Kota Cilegon 35 dirawat, 15 sembuh dan 27 meninggal. Kota Serang 10 dirawat dan 27 sembuh dan 3 meninggal serta Kota Tangerang Selatan 298 dirawat, 311 sembuh dan 83 meninggal.

Kemudian untuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) berjumlah 9.075 orang terdiri atas 875 dipantau dan 8.200 sembuh. Rinciannya, Kabupaten Pandeglang 23 dipantau dan 937 sembuh, Kabupaten Lebak 30 dipantau dan 534 sembuh, Kabupaten Tangerang 168 dipantau dan 775 sembuh. Kabupaten Serang 74 dirawat dan 895 sembuh, Kota Tangerang 243 dipantau dan 2.401 sembuh, Kota Cilegon 22 dipantau dan 598 sembuh. Kota Serang 17 dipantau dan 329 sembuh serta Kota Tangerang Selatan 298 dipantau dan 1.731 sembuh. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook