Ombudsman Tinjau Persiapan PPDB di Pandeglang

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Jumat, 19 Juni 2020 - 20:55:02 WIB   |  dibaca: 318 kali
Ombudsman Tinjau Persiapan PPDB di Pandeglang

Satibi/Banten Raya-TANYA JAWAB: Tim Ombudsman Banten (kiri) saat melakukan diskusi bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang.

PANDEGLANG, BANTEN RAYA- Tim Ombudsman Banten melakukan kunjungan ke kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pandeglang. Mereka berkunjung dalam rangka melihat persiapan pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Tim Ombudsman Banten yang melakukan kunjungan terdiri dari Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan, Zainal Muttaqin, Kepala Keasistenan Pencegahan, Eni Nuraeni, Asisten Pemeriksaan dan Verifikasi Laporan, Adam Sutisnawinata, serta Asisten Pemeriksaan Laporan, Nadia Nurfitriani.

Menurut Kepala Dindikbud Pandeglang Taufik mengatakan, pihaknya telah menjadwalkan PPDB akan dilaksanakan pada tanggal 22 Juni sampai dengan 2 Juli 2020 untuk tingkat TK/PAUD dan SD, dan 19 Juni sampai dengan 29 Juni 2020 untuk pelaksanaan PPDB tingkat SMP.

Dalam pertemuan tersebut, Taufik juga menjelaskan bahwasannya PPDB Tahun 2020 ini telah dipersiapkan beberapa hal termasuk regulasi yang berupa Peraturan Bupati Pandeglang Nomor 30 Tahun 2020, Tentang Pedoman Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama Tahun Pelajaran 2020/2021 dan juga Keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Kabupaten Pandeglang Nomor 420/1176-Dikbud/2020 tentang Petunjuk Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, dan Sekolah Menengah Pertama Tahun Pelajaran 2020/2021.

Di lokasi yang sama, Sekretaris Dindikbud Pandeglang Sutoto menjelaskan, tahun ini PPDB di Kabupaten Pandeglang kesulitan untuk melaksanakan daring. Secara keseluruhan karena mengingat masih banyaknya wilayah Pandeglang yang belum terjangkau akses internet. "Sehingga tahun ini baik tingkat SD maupun SMP pelaksanaan PPDB daring hanya dilakukan di sebagian sekolah," kata Sutoto.

Ia mengaku, masyarakat atau calon walimurid dapat memilih mendaftarkan anaknya melalui empat jalur yang tersedia, yaitu jalur zonasi sebesar 50%, jalur prestasi 30%, jalur afirmasi 15%, atau jalur perpindahan orang tua 5%. 

“Penerapan jalur zonasi ini tidak terlalu menjadi kendala bagi wilayah Pandeglang, karena saat ini zonasi yang ditentukan melalui jarak terdekat, dan di seluruh kecamatan sudah memiliki SD maupun SMP,” ucapnya.

Sementara itu, Tim Ombudsman sempat menyoroti Perbup dan Juknis PPDB yang belum memuat rincian pedoman teknis pencegahan Covid-19, khususnya pada PPDB luring dan tahapan pemberkasan yang tidak menjelaskan lebih rinci terkait protokol kesehatan yang harus diterapkan ketika pelaksanaan PPDB daring maupun luring.

Baik Taufik maupun Sutoto menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan kabupaten Pandeglang telah melakukan upaya sosialisasi kepada sekolah maupun masyarakat agar selalu menerapkan protokol kesehatan. Diantaranya dengan menyediakan tempat cuci tangan, memberi imbauan untuk menggunakan masker dan menyediakan sekatan untuk menjaga jarak. (satibi)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook