Jembatan Baru Bhayangkara Masih Ditutup

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 20 Juni 2020 - 13:50:54 WIB   |  dibaca: 281 kali
Jembatan Baru Bhayangkara Masih Ditutup

Jembatan Baru Bhayangkara Masih Ditutup (Harir/Banten Raya)

SERANG, BANTEN RAYA - Sudah berbulan-bulan, Jembatan Baru Bhayangkara tepatnya di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, hingga saat ini masih ditutup, Sabtu (20/6). Penutupan jembatan yang menghubungkan ke Jalan Khozin itu, karena tidak adanya rambu-rambu penunjuk arah dan petugas yang siaga di lokasi. Akibatnya tingkat kecelakaan sesama kendaraan sering terjadi, lantaran kerap melawan arus.

Salah seorang warga Lingkungan Bhayangkara, Agus mengatakan, ditutupnya jembatan baru Bhayangkara karena tidak ada rambu-rambu penunjuk arah yang mengatur kendaraan. Selain itu tidak adanya petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) yang standby untuk mengatur laju kendaraan dari arah Khozin menuju Bhayangkara dan sebaliknya. Dampaknya intensitas kecelakaan dalam satu bulan cukup tinggi.

"Dalam satu bulan bisa terjadi sebanyak 20 kali kecelakaan, baik motor lawan mobil, atau motor nabrak motor," ujar Agus, ditemui di lokasi Jembatan Baru Bhayangkara, Sabtu (20/6) siang sekitar pukul 11.00.

Selain itu, lanjut Agus, tingkat kesadaran pengendara pun masih rendah dalam mematuhi aturan. Pasalnya, Jembatan Baru Bhayangkara hanya untuk pengendara dari arah Bhayangkara. Akan tetapi yang sering terjadi para pengendara kendaraan kerap melanggar aturan. 

"Penyebab kecelakaan sering terjadi karena pengendara baik mobil atau motor masih sering melawan arus. Kan harusnya yang dari arah Khozin itu jangan lewat jembatan, tapi muter ke jembatan lama. Yang terjadi malah sering kecelakaan," ungkap dia.

Karena sering terjadi kecelakaan, warga Lingkungan Bhayangkara akhirnya menutup jembatan tersebut. Pihaknya pun telah berkoordinasi dengan dinas terkait.

"Awalnya memang warga yang minta supaya ditutup, karena sering terjadi kecelakaan. Tapi kami sudah koordinasi dengan dinas PU, dishub juga sudah survei waktu itu," katanya.

Namun ia meminta kepada dinas terkait yakni Dishub Kota Serang agar memasang pemberitahuan yang jelas di jembatan itu. Hal itu agar masyarakat tidak melanggar aturan kembali.

"Tapi seharusnya ada pemberitahuannya jembatan sementara ditutup, atau apa. Makanya heran kok tidak ada tindaklanjutnya. Karena kadang walaupun udah ditutup masih aja ada yang berani bongkar," terangnya. (harir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook