Murid SMAN 1 Jawilan Bisa Pilih Jurusan

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Minggu, 21 Juni 2020 - 19:20:53 WIB   |  dibaca: 289 kali
Murid SMAN 1 Jawilan Bisa Pilih Jurusan

Satibi/Banten Raya-Rustomi Effendi, Kepala SMA Negeri 1 Jawilan

SERANG, BANTEN RAYA-Biasanya untuk menentukan sebuah jurusan di sekolah pada jenjang pendidikan SMA, ditentukan oleh hasil rapor yang dimiliki peserta tidak. Namun, hal tersebut tidak berlaku di SMA Negeri 1 Jawilan.

Menurut Kepala SMA Negeri 1 Jawilan Rustomi Effendi, untuk peserta didik kelas satu yang naik kelas dua bisa memilih jurusan sesuai keinginannya. Guru di sekolah hanya memberikan arahan dan pengertian.

"Jadi mereka bebas milih jurusan sesuai dengan minat dan bakat peserta didik, sehingga tercipta kegiatan belajar mengajar yang menyenangkan bagi peserta didik," kata Rustomi kepada Banten Raya, kemarin.

Ia menjelaskan, dalam sebuah kegiatan belajar mengajar, sekolah harus mampu menyalurkan minat dan bakat peserta didik. Tujuannya tidak hanya mampu menjadikan kegiatan belajar mengajar enjoy, namun juga memberikan kebebasan memilih kepada peserta didik sesuai dengan keinginannya. "Kami hanya memberikan arahan dan pembinaan, tapi peserta didik tetap yang menentukan pilihan jurusan yang akan dijalaninya," ungkap Tomi sapaan akrab Rustomi Effendi.

Tomi mengaku program tersebut sudah dilakukan beberapa tahun yang lalu, dan tentunya menciptakan tantangan tersendiri bagi guru atau wali kelas untuk menjadikan kelasnya lebih unggul dibandingkan kelas lainnya.

"Ada keluhan guru atau wali kelas bahwa peserta didik di kelasnya lebih banyak yang nakal, dan kemampuan belajarnya pun kalah dibandingkan kelas lainnya. Nah, disini saya memberikan motivasi kepada guru dan wali kelas tersebut, untuk bisa menciptakan inovasi dalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas," ucapnya.

"Agar kelas yang bersisi murid yang nakal, dan kemampuan belajar rendah bisa termotivasi, bisa bersemangat untuk tidak nakal dan lebih rajin untuk belajar," sambung Tomi.

Masih kata Tomi, seorang anak sebenarnya memiliki kemampuan belajar yang sama. Seorang anak sebenarnya tidak nakal. Namun, ada faktor lain yang menyebabkan anak tersebut malas belajar dan nakal. "Nah, disini peran guru dan wali kelas untuk mampu mengikis faktor lain tersebut agar anak rajin belajar dan tidak nakal," imbuh Tomi.
Ia menambahkan, peran orang tua, keluarga dan lingkungan juga memiliki pengaruh yang luar biasa dalam menciptakan karakter anak. (satibi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook