Karyawan Swasta Positif Korona Saat Periksa Gigi

nurul roudhoh   |   Kesehatan  |   Selasa, 23 Juni 2020 - 11:30:11 WIB   |  dibaca: 461 kali
Karyawan Swasta Positif Korona Saat Periksa Gigi

SERANG, BANTEN RAYA – Seorang karyawan perusahaan swasta di Anyer terkonfirmasi positif Covid-19 ketika ia akan memeriksakan gigi di sebuah fasilitas kesehatan. Lelaki berinsial RS (30 tahun) ini merupakan pasien tanpa gejala alias OTG.
Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Serang W Hari Pamungkas mengatakan, RS awalnya akan memeriksakan gigi di sebuah fasilitas kesehatan. Oleh dokter gigi, yang bersangkutan diminta agar melakukan pemeriksaan usap (swab test) di laboratorium swasta. Prosedur pemeriksaan gigi saat pandemi Covid-19 memang seperti itu.
“Hasil swab mandiri itu kemudian terkonfirmasi positif Covid-19,” kata Hari, Senin (22/6).
Hari mengungkapkan, RS terkonfirmasi positif Covid-19 dari hasil pemeriksaan usap yang keluar pada 17 Juni 2020. Sesuai rencana, RS akan dirujuk di RS Mayapada di Kelurahan Drangong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, yang merupakan rumah sakit mitra perusahaan di mana RS bekerja. “Kemungkinan RS terpapar masih dalam proses tracking,” ujar Hari.
Sementara itu, Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kota Serang juga mengonfirmasi ada dua pasien Covid-19 yang sudah sembuh. Pertama, pasien berinisal ER yang merupakan warga Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang. Kedua, pasien berinsiail ASE, warga Kelurahan Serang, Kecamatan Serang.
Dengan demikian, maka pasien positif Covid-19 di Kota Serang sampai dengan kemarin mencapai 23 orang, dengan rincian 9 orang masih dirawat, 2 orang meninggal dunia, dan 12 orang sembuh. 
Hari mengungkapkan, ia juga mengapresiasi insiatif Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang yang meminta agar para pengurus MUI diperiksa cepat. Ini merupakan contoh yang baik bagi masyarakat karena para kiyai dan tokoh masyarakat yang tergabung di MUI merupakan panutan umat. Di tengah banyaknya penolakan warga akan pemeriksaan cepat korona inisiatif para ulama ini menjadi bukti bahwa tidak ada yang perlu dikahwatirkan dalam proses periksa cepat.
“Rapid test (pemeriksaan cepat) hanya saringan awal. Siapa yang reaktif juga tidak langsung dijemput dan dirawat di rumah sakit,” kata Hari.
Ia menuturkan, bila hasil pemeriksaan cepat menunjukkan reaktif maka ada tahap selanjutnya yaitu pemeriksaan dengan metode PCR atau swab. Pada tahap ini barulah dapat diketahui positif atau negatifnya seseorang. Bila positif, belum tentu pasien langsung dijemput dan dilarikan ke rumah sakit.
“Kalau gejalanya ringan atau OTG hanya diminta isolasi mandiri di rumah selama 14 hari dengan pengawasan puskesmas setempat,” kata Kepala Diskominfo Kota Serang ini.
Sementara itu, Ketua Umum MUI Kota Serang KH Mahmudi mengatakan, MUI Kota Serang mendukung upaya pencegahan korona yang dilakukan Pemerintah Kota Serang dalam bidang kesehatan. Karena itu, para pengurus MUI menyediakan diri untuk diperiksa cepat.
“Diharapkan seluruh warga tidak takut saat dirapid test karena ini untuk menghindari penularan Covid-19,” kata Mahmudi. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook