Pemprov Banten Siapkan 20.000 Rapid Test untuk Pondok Pesantren

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Kamis, 25 Juni 2020 - 07:01:21 WIB   |  dibaca: 271 kali
Pemprov Banten Siapkan 20.000 Rapid Test untuk Pondok Pesantren

SERANG, BANTEN RAYA - Pemprov Banten menganggarkan dana Rp25,9 miliar untuk keperluan penanganan korona, khusus pengadaan berbagai alat medis.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi Banten Ati Pramudji Hastuti mengatakan, anggaran tersebut termasuk untuk pembelian alat rapid test sebanyak 154.000 unit.

Sebagian di distribusikan ke Dinkes kabupaten/kota dan sebagian dikerjakan langsung oleh Dinkes Banten.

Anggaran itu juga digunakan untuk pengadaan bahan habis pakai  seperti alcohol swab, blood lanset, pen lanset. Lalu biaya sewa tenda, meja, kursi, kipas angin serta makan dan minum petugas.

"Sisa rapid test 35.000 dimana di antaranya diperuntukan untuk pondok pesantren 20.000 dan drive thru (layanan tanpa turun) di Kabupaten Lebak dan Kabupaten Pandeglang. Sementara biaya rapid test bagi RS yang tidak memberlakukan gratis berkisar Rp350.000 hingga Rp500.000," tuturnya.

Lebih lanjut dipaparkan Ati, dari sisi diagnostik rapid test tidak efektif karena bukan sebagai diagnosa  pasti orang terpapar covid atau sebaliknya. Untuk diagnosa pasti dilakukan tes swab.

Akan tetapi dalam rangka mempercepat pemutusan rantai penularan covid, diperlukan penjaringan atau screening massal. Itu sebagai langkah awal menentukan siapa saja yang menjadi prioritas melakukan tes swab.

"Mengingat pemeriksaan swab dilakukan tenaga khusus yang terbatas. Waktu pemeriksaan dengan hasil yang cukup lama, ketersediaan laboratorium rujukan covid hanya sedikit. Reagen dan bahan habis pakai yang dibutuhkan membelinya harus inden. Biaya yang dikeluarkan besar sehingga rapid test masih terus digunakan dan efektif di masa pandemi ini," ujarnya. (Dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook