Pemprov Akui Butuh Peranan Sekolah Swasta

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Kamis, 25 Juni 2020 - 19:34:17 WIB   |  dibaca: 234 kali
Pemprov Akui Butuh Peranan Sekolah Swasta

Satibi/Banten Raya-SALAM KOMANDO : Rudi Prihadi, Kepala Bidang SMA pada Dindikbud Banten (kiri) foto bersama dengan Furtasan Ali Yusuf, anggota Komisi V DPRD Banten dalam sebuah acara.

SERANG, BANTEN RAYA-Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten masih membutuhkan peranan sekolah swasta. Hal tersebut disampaikan Kepala Bidang SMA pada Dindikbud Banten Rudi Prihadi.

Menurutnya, peran sekolah swasta masih sangat dalam memberikan layanan akses pendidikan kepada masyarakat. sekolah swasta memberikan kontribusi yang tidak sedikit bagi pendidikan di Banten khususnya dan Indonesia.

Kendati demikian, Rudi mengakui mutu layanan pendidikan di sekolah swasta masih beragam. Ada yang telah memiliki mutu bagus, sehat  dan kompetitif, namun cukup banyak juga yang belum mampu memenuhi standar nasional pendidikan.

Salah satu upaya yang ditempuh, kata Rudi, untuk meningkatkan standar layanan sekolah swasta dengan melakukan pendekatan melalui sudut kebijakan yang harus ditempuh, untuk selanjutnya adalah sekolah swasta yang telah mencapai predikat kategori bermutu bagus dapat memberikan inspirasi positif kepada sekolah swasta yang mutunya masih kurang bagus.

"Kami menganggap hal ini harus jadi perhatian, karena dalam hal memberikan akses layanan pendidikan yang bermutu tidak ada dikotomi anak bangsa swasta atau negeri. Semuanya adalah putra bangsa yang memiliki hak yang sama," kata Rudi kepada Banten Raya, kemarin.

Dalam kesempatan itu, Rudi mengaku, pihaknya akan mendorong sekolah swasta agar dapat memiliki keleluasaan dalam berpikir inovatif, atau kemerdekaan berpikir dalam menerjemahkan regulasi. 

Jika tidak ada keleluasaan tersebut, maka tidak mungkin ada sekolah alam atau sekolah lainnya. Kondisi itu akan sulit diterapkan di sekolah negeri, yang segala sesuatunya terikat, taat pada aturan dan cenderung kurang berani dalam melakukan kreativitas.

"Sekolah negeri yang senantiasa menunggu bantuan dari pusat akan menciptakan kurangnya kemandirian dan keseriusan menyelenggarakan pendidikan bervisi kemanusiaan," ujarnya.
Masih kata Rudi, jumlah sekolah pada jenjang pendidikan SMA Negeri sebanyak 151 sekolah, dan MA Negeri sekitar 22 sekolah jadi totalnya sebanyak 173 sekolah dengan jumlah peserta didik sebanyak 120.031 murid.

Sedangkan untuk sekolah pada jenjang pendidikan SMA swasta sebanyak 429 sekolah, dan MA swasta sebanyak 402 totalnya sebanyak 831 sekolah dengan jumlah peserta didik sebanyak 179.234 siswa. "Untuk SMK negeri hanya 80 dengan jumlah siswa sebanyak 67.068 siswa. SMK swasta 647 sekolah dengan jumlah siswa sebanyak 76.743 siswa," imbuhnya. (satibi)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook