Usaha Perumahan di Banten Drop Sampai 70 Persen

nurul roudhoh   |   Bisnis  |   Minggu, 28 Juni 2020 - 22:27:22 WIB   |  dibaca: 596 kali
Usaha Perumahan di Banten Drop Sampai 70 Persen

SERANG, BANTEN RAYA – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Banten H Roni Adali mengungkapkan bahwa usaha properti di Banten, salah satunya di sektor perumahan drop sampai 70 persen akibat pandemi korona. 

“Kita ketahui Covid-19 ini menghantam hampir semua sektor bisnis, termasuk sektor properti ikut terdampak juga. Setelah kita data ternyata kita itu (property) dropnya hampir 70 persen. Bahkan teman-teman pengembang yang baru muncul, kelihatannya tidak bisa ditolong lagi atau terjadi koleps,” ujar Roni H Adali kepada Banten Raya.

Dengan persoalan yang besar itu, kata Roni, kompetensi sumber daya manusia (SDM) bisa menjadi kekuatan dan modal besar yang wajib dimiliki para pengembang perumahan.

“Kenapa? Karena kita harus punya skill (keahlian), kemampuan untuk bisa mengalahkan masalah. Kalau masalahnya besar kita harus lebih besar. Caranya bagaimana yakni dengan meningkatkan kompetensi dan skill. Dengan begitu kita bisa kreatif dan inovatif. Akhirnya kita bisa bertahan hidup,” katanya.

Kendati demikian kata dia, sejumlah pengembang perumahaan saat ini yang dilakukan itu bertahan dahulu. 

“Soal profit itu nomor sekian. Tapi yang dilakukan adalah bertahan dan cash flow tetap berjalan dahulu,” katanya.

Selain meningkatkan kompetensi Roni melanjutkan, di era new normal ini, pengembang perumahan juga dituntut memiliki integritas atau kejujuran sehingga mendapat kepercayaan dari lembaga pembiayaan dan masyarakat.

“Hal yang harus diperhatikan itu soal integritas dan kejujuran. Ini penting banget. Kenapa karena ini terkait reputasi dan nama baik. Integritas dan kejujuran itu terkait dengan nilai yang bisa ditukarkan (dipercaya). Kalau kita datang ke bank dan punya reputasi baik saya kira pinjam kredit konstruksi itu sangat gampang,” katanya.

Hal lain yang perlu diperhatikan agar pengembang perumahan tetap bertahan dan tumbuh tambah Roni, menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak terkait pemangku kepentingan, termasuk perbankan, asosiasi, dan pemerintah daerah.

“Semuanya harus bersatu padu dan bergandengan tangan. Karena tidak bisa hanya REI Banten sendiri untuk bisa menggerakkan industri properti di Banten ini. Harus semuanya bergerak. Yang kita lakukan salah satunya nanti kita akan menghadap kepada kepala daerah terkait dengan permohonan kelonggaran soal perizinan dan pajak daerah,” katanya. (ismet)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook