Ikutan Kena Covid, Berita Hoax di Kota Serang Menurun

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 29 Juni 2020 - 22:41:35 WIB   |  dibaca: 148 kali
Ikutan Kena Covid, Berita Hoax di Kota Serang Menurun

SERANG, BANTEN RAYA - Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Serang membuat aplikasi Serang Lawan Berita Hoaks (Selawbro Hoaks) guna melawan konten hoax dan informasi tak utuh yang bisa menyesatkan warga. Setelah kemunculan aplikasi ini konten hoax di Kota Serang diklaim menurun dibandingkan masa sebelumnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Serang W Hari Pamungkas mengatakan, Serang Lawan Berita Hoaks diluncurkan pada 10 April 2020 lalu guna melawan berita atau informasi bohong yang dapat menyesatkan masyarakat. Sebelum aplikasi ini diluncurkan dalam sehari biasanya ada 10 berita hoax yang bertebaran di masyarakat. Setelah ada aplikasi Selawbro Hoaks konten berita hoax turun hampir 50 persen.

"Bahkan sekarang hanya satu dua hoax. Yang di grup-grup WA (WhatsApp-red) tidak berani lagi buat hoax," kata Hari, Senin (29/6).

Hari mengungkapkan, awalnya aplikasi Selawbro dibuat guna memproteksi produksi konten negatif dan kontra produktif terhadap penanganan Covid-19 di Kota Serang. 

Ia khawatir masyarakat terpengaruh dengan berita yang tidak benar yang dibuat boleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab itu. 

Pada perkembangannya aplikasi Selawbro juga menyaring informasi-informasi hoax selain Covid-19. Ada dua kategori yang dibuat oleh aplikasi Selowbro yaitu konten hoax dan disinformasi. Setiap konten yang masuk ke dalam dua kategori itu akan dicap menggunakan kata hoax dan disinformasi.

"Kalau hoax sudah pasti berita bohong. Kalau disinformasi yaitu informasi yang disampaikan tidak secara utuh sehingga berpotensi menyesatkan," ujarnya.

Hari mencontohkan informasi yang masuk ke dalam disinformasi yaitu informasi seputar check point yang dikutip sebagai pembatasan sosial berskala besar atau PSBB. Disinformasi pada berita itu yaitu pada point PSBB. Sebab Kota Serang tidak pernah menerapkan PSBB. "Kalau check point-nya benar ada tapi PSBB-nya tidak ada."

Sampai saat ini aplikasi Selawbro sudah ada 13 berita hoax dan disinformasi yang dideteksi. Guna mendeteksi adanya berita hoax dan disinformasi tenaga administrasi diskominfo aktif di media sosial. Masyarakat yang mendapatkan informasi meragukan juga bisa melaporkan ke akun Selawbro. Nantinya admin akan menelusuri kebenaran informasi itu. Hari berharap masyarakat bisa lebih bijak ketika menerima informasi dengan memeriksanya di media massa yang dapat dipercaya tingkat kebenarannya.

"Atau masyarakat bisa mengakses situs resmi Kota Serang di serangkota.go.id milik Pemerintah Kota Serang atau cekkonten.go.id milik Kementerian Kominfo untuk mengetahui berita hoax apa saja yang sudah ditangkal pemerintah," ujarnya.

Kepala Seksi Diseminasi Informasi Media Elektronik Prasetya Erlangga mengatakan, ada sejumlah informasi yang sudah dicap dengan kata hoax dan disinformasi oleh aplikasi Selawbro. 

Beberapa informasi itu misalkan mengenai akun Walikota Serang Syafrudin dan akun Wakil Walikota Serang Subadri Usuludin di Facebook. Ada akun resmi yang benar dikelola oleh tim resmi dan ada juga yang hoax atau tidak resmi. (tohir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook