Sekolah Swasta Banyak Tutup Karena Pemprov Tak Adil

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Selasa, 30 Juni 2020 - 18:03:07 WIB   |  dibaca: 1279 kali
Sekolah Swasta Banyak Tutup Karena Pemprov Tak Adil

SMA/SMK Prisma Kota Serang yang tutup mulai tahun ajaran baru ini.

SERANG, BANTEN RAYA - Pengelola sekolah swasta bersuara atas banyaknya sekolah swasta di Banten yang tutup. Ini diyakini disebabkan karena selama ini pemerintah daerah menganaktiirkan sekolah swasta. Yang teranyar adalah tutupnya SMA/ SMK Prisma yang berlokasi di Kota Serang.
Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMK Kota Serang A. Ali Subhan mengatakan, perhatian Pemerintah Provinsi Banten pada sekolah swasta selama ini sangat minim. Pemerintah Provinsi Banten kerap menganaktirikan sekolah swasta dan menganakemaskan sekolah negeri. Akibatnya, sekokah swasta tidak mampu bersaing dengan sekolah negeri.
Hal ini, misalnya dapat dilihat dari besaran dana bantuan operasional sekolah atau BOS yang diberikan diberikan untuk swasta sangat berbeda dengan yang diberikan kepada sekolah negeri. "Kalau sekolah negeri dapat BOS Rp4 jutaan per siswa per tahun. Bandingkan dengan sekokah swasta yang hanya dapat Rp500 ribuan per siswa per tahun," kata Subhan yang merupakan Kepala SMK Intan Husada, Senin (29/6).
Dengan kecilnya dana BOS yang diterima, sekolah swasta tidak bisa bergerak bebas. Terlebih saat sekolah harus libur akibat masa pandemi Covid-19 swasta nyaris tidak dapat menggaji guru honorer, yang besarannya hanya sekitar Rp700 ribu. "Apalagi saat penerimaan peserta didik baru (PPDB) untuk sekolah negeri gratis, karena ada anggarannya, dengan demikian berpengaruh pada sekolah swasta," katanya.
Akibat perlakuan yang tidak adil ini, kata Ali Subhan, banyak sekolah swasta yang tutup di Banten, seperti SMK Prisma, SMK Bakti Medika, dan SMK Intelegensia. Bahkan SMK Widia Husada kini siswanya hanya sekitar 16 orang.  Saat penerimaan siswa baru seperti saat ini pun sekolah yang penerimaan siswa barunya mencapai 100 siswa hanya ada 3 sekolah, di antaranya adalah SMK Intan Husada dan SMK PGRI.
"Seharusnya Pemprov Banten juga menghidupkan sekolah swasta dengan memberikan sepenuhnya dana BOS seperti daerah lain," kata Subhan.
Apalagi, kata Subhan, terlebih saat ini selama Gubernur Banten Wahidin Halim (WH) memimpin, sekolah swasta khususnya tingkat SMA/ SMK nyaris tidak dapat perhatian dari Pemprov Banten. Sehingga karena biaya besar, banyak sekolah swasta yang tidak bisa melakukan kegiatan belajar mengajar dan akhirnya tutup. "Selama gubernurnya WH sekolah swasta semakin sulit," ujarnya.
Subhan berharap Pemerintah Provinsi Banten dapat memberikan bantuan berupa bantuan operasional sekolah daerah atau BOSDA. Dengan bantuan itu maka sekolah swasta akan lebih bisa bersaing dengan sekolah negeri. (tohir) 

Artikel ini sudah tayang di harian Banten Raya edisi cetak, Senin, 30 Juni 2020

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook