Petugas Verifikasi Faktual KPU Cilegon Diusir dan Didamprat Warga 

nurul roudhoh   |   Politik  |   Selasa, 30 Juni 2020 - 20:28:51 WIB   |  dibaca: 1314 kali
Petugas Verifikasi Faktual KPU Cilegon Diusir dan Didamprat Warga 

CILEGON, BANTEN RAYA - Banyak cerita yang didapat dari petugas verifikasi faktual bakal pasangan calon (bapaslon) perseorangan KPU Cilegon selama melakukan pendataan di lapangan. 

Ada petugas yang diusir warga, dimarahi, sampai ada warganya yang kabur karena mengira 
petugas verifikasi adalah petugas kesehatan yang akan melakukan rapid test.

Kepala Divisi Pencalonan KPU Kota Cilegon Eli Jumaeli mengaku sedih jika mendengar ada banyak petugas di lapangan yang sampai diusir dan dimarahi warga yang diverifikasi. 

Eli menyatakan, tidak hanya situasi sosial yang dialami oleh petugas. Petugas verfak juga harus berjibaku dengan kondisi cuaca panas dan hujan. Bahkan, petugas juga harus berjibaku dengan waktu. "Sudah seharian berkeliling, malamnya harus melakukan input dan laporan data," paparnya.

Eli berharap warga bisa memahami dan kooperatif untuk memberikan dukungan kepada para petugas, sehingga petugas bisa menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan dan undang-undang yang berlaku.

"Ya tugas tetap harus mengacu aturan. Saya berpesan untuk tetap semangat, lakukan tugas ini sebagai pejuang demokrasi," imbuhnya. 

Anggota Tim Verfak Bapaslon Perseorangan Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil  Sifangki mengaku pernah diusur dari warga. 

"Ya inilah dinamika kami sebagai petugas di lapangan. Tapi Alhmdulillah semuanya kami tanggapi secara profesional saja. Toh kami resmi berlandaskan aturan dan UU yang sudah di tetapkan. Kami ambil hikmahnya saja," singkatnya. (uri)

URI MASYHURI/BANTEN RAYA
LAKUKAN VERFAK : Tim Verfak Bapaslon Perseorangan melakukan verifikasi  data dukungan disalah satu rumah warga, Selasa (30/6).
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook