Kota Serang Berusia 13 Tahun, Kawasan Kumuh Malah Bertambah

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 30 Juni 2020 - 22:00:03 WIB   |  dibaca: 312 kali
Kota Serang Berusia 13 Tahun, Kawasan Kumuh Malah Bertambah

SERANG, BANTEN RAYA - Kawasan Kumuh di Kota Serang bertambah yang semula hanya lima, kini menjadi tujuh kriteria. Karena itu, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kota Serang saat ini tengah membuat rencana pembangunan atau master plan kawasan kumuh di Ibukota Provinsi Banten, sesuai dengan kebijakan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Kepala DPRKP Kota Serang Iwan Sunardi mengatakan, pihaknya saat ini tengah melakukan pendataan kawasan kumuh di wilayah Kota Serang bersama satuan kerja (satker) dari balai pusat. Karena ada beberapa tambahan kriteria kawasan kumuh berdasarkan kebijakan dari Kementerian PUPR. Dari lima kriteria, saat ini menjadi tujuh, diantaranya jalan lingkungan, penyediaan air minum, drainase lingkungan, pengelolaan air limbah dan pengelolaan persampahan.

"Iya, kami sekarang ini sedang membuat masterplan terkait kawasan kumuh. Kami juga kedatangan satker untuk menyamakan persepsi jumlah kawasan kumuh di Kota Serang. Karena kan ada beberapa item tambahan kriteria kawasan kumuh di tahun 2020 ini, dari lima kriteria sekarang ada tujuh kriteria," ujar Iwan, dihubungi via ponselnya, Selasa (30/6).

Menurut dia, dengan bertambahnya kriteria tersebut, secara otomatis jumlah kawasan kumuh di Kota Serang pun akan bertambah.

"Tentu, karena ada tambahan berdasarkan jumlah kriteria tadi, sehingga kawasan kumuh pun bertambah jumlahnya. Tapi bisa dibilang Kecamatan Kasemen itu paling banyak (kawasan kumuh), luasan-luasannya pun terbanyak di sana," ucap dia.

Ia menjelaskan, untuk target program Kotaku, bergantung pada pendataan dari konsultan pusat, sebab, ada beberapa kriteria dan penilaian kawasan kumuh. Seperti, penguatan kapasitas pemerintah daerah dalam mengembangkan kolaborasi dengan  stakeholder, dan memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan penghidupan berkelanjutan.

"Kalau bicara target, itu berdasarkan pendataan dari konsultan pusat. Tapi berdasarkan surat keputusan (SK) Wali Kota Serang, dalam satu tahun itu ada lima lokasi kawasan kumuh yang kami kerjakan. Karena kan ada penilaian khusus dan kriteria yang dilakukan langsung oleh pusat," jelasnya.

Iwan menyebutkan, untuk anggaran Kotaku, dalam setiap lokasi dianggarkan sekitar Rp 1 miliar. Untuk tahun ini ada lima lokasi yang masuk dalam program Kotaku. Namun, bergantung pada kebutuhan dari kawasannya tersebut, misalnya membutuhkan perbaikan jalan, paving block, drainase lingkungan dan sebagainya.

"Tergantung kondisi yang ada di kawasan atau lingkungan tersebut, sesuai kebutuhannya. Contohnya, perbaikan jalan lingkungan, kemudian air bersih atau sarana lainnya. Tapi saat ini penanganannya langsung dari pusat, bukan kami lagi. Kalau kami saat ini sifatnya hanya pendampingan saja," ungkap Iwan.

Sementara, Asisten Koordinator Kotaku Bidang Kelembagaan dan Kolaborasi Kota Serang Dadan Hamdani mengatakan, program Kotaku baru berjalan pada skala kawasan, sedangkan untuk skala lingkungan baru akan dilakukan setelah Covid-19 selesai.

"Kalau yang skala lingkungan belum bergerak karen kepotong Covid-19. Tapi untuk skala kawasan, itu sudah running. InsyaAllah, bulan depan sudah mulai berjalan untuk yang lingkungan," kata Dadan. (harir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook