Garap Proyek Kemanusiaan, Untirta Gandeng Unicef dan WHO

nurul roudhoh   |   Pendidikan  |   Kamis, 02 Juli 2020 - 15:33:15 WIB   |  dibaca: 791 kali
Garap Proyek Kemanusiaan, Untirta Gandeng Unicef dan WHO

Satibi/Banten Raya - Rektor Untirta Fatah Sulaiman saat menghadiri diskusi virtual bersama WHO, Unicef dan PMI pusat terkait Program Kemanusiaan, Kamis (2/7).

CILEGON, BANTEN RAYA-Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) melakukan audiensi Program Kampus Merdeka bersama UNICEF Indonesia, World Health Organization (WHO) Representatif Indonesia, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat secara daring melalui aplikasi zoom.

Pertemuan virtual tersebut mendiskusikan pelaksanaan proyek kemanusiaan (humanitarian project) sebagai dukungan atas Program Kampus Merdeka yang mendorong pembelajaran mahasiswa di luar kelas melalui program magang dan partisipasi aktif dalam kegiatan-kegiatan yang mampu mengasah skill mahasiswa.

Wakil Dekan Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Fakultas Kedokteran Untirta Desdiani menerangkan, proyek kemanusiaan yang melibatkan mahasiswa secara sukarela tersebut dilatarbelakangi oleh kerap terjadinya bencana alam di Indonesia dan pandemi Covid-19 yang mengakibatkan tingginya angka kematian. 

Di samping itu, diketahui sejumlah institusi internasional melakukan penelitian secara mendalam dan menginisiasi proyek-proyek pengembangan di Indonesia, sehingga partisipasi mahasiswa dinilai dapat membantu pelaksanaan proyek-proyek kemanusiaan, baik di dalam negeri maupun mancanegara.

"Proyek kemanusiaan ini diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa unggul yang menjunjung tinggi kemanusiaan melalui pelaksanaan tugas yang berbasis agama, moral, dan etika serta melatih kepekaan sosial mahasiswa dalam memahami berbagai masalah yang sedang dihadapi sekaligus memberikan solusi atas masalah tersebut sesuai dengan minat dan bidang keahliannya," kata Desdiani kepada Banten Raya, Kamis (2/7).

Sementara itu, Rektor Untirta H Fatah Sulaiman menyampaikan apresiasi atas inisiasi untuk humanitarian project ini. 

"Saya kira ini bagian dari implementasi kampus merdeka. Pak WR 1 segera menindaklanjuti dari beragam target fokus pencanangan kampus merdeka yang akan dijadikan pedoman," ujar Fatah.

Peluang-peluang kerja sama dengan berbagai institusi, WHO, Unicef, PMI, BNPB, termasuk Kementerian Kesehatan bisa segera ditindaklanjuti oleh seluruh fakultas, bukan hanya Fakultas Kedokteran karena beberapa program banyak yang relevan dengan fakultas lain.

Rektor pun mengimbau International Office untuk senantiasa memantau dan mencermati perkembangan lembaga-lembaga di dunia terkait dengan humanitarian project ini, sehingga mahasiswa Untirta tidak hanya dapat membantu dalam skala nasional, tetapi juga lintas ASEAN bahkan penjuru dunia lainnya. (Satibi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook