BNN Banten Bongkar Penyelundupan Sabu dalam Sepatu

nurul roudhoh   |   Hukum  |   Jumat, 03 Juli 2020 - 07:33:21 WIB   |  dibaca: 1078 kali
BNN Banten Bongkar Penyelundupan Sabu dalam Sepatu

SERANG, BANTEN RAYA- Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten berhasil membongkar upaya penyelundupan narkotika jenis sabu-sabu di Bandara Internasional Soekarno Hatta. 

Dua tersangka yang tergabung dalam jaringan narkoba jaringan Aceh itu menyelundupkan sabu hampir 1 kilogram di dalam sepatu yang dipakai pelaku. 

Kepala BNNP Banten Brigjen Tantan Sulistyana mengatakan, pada 28 Juni 2020 petugas BNNP Banten bekerjasama dengan keamanan bandara melakukan penyelidikan terkait akan adanya pengiriman narkotika jenis sabu yang akan transit di Bandara Soetta, Tangerang. 

"Sekitar pukul 21.30 di area Terminal 2 Bandara, kami kemudian berhasil mengamankan dua orang penumpang pesawat yang berasal dari Medan yang berinisial MD (21) dan SH (24)," katanya kepada Banten Raya di Kantor BNNP Banten, Kamis (2/7). 

Tantan mengungkapkan, saat melakukan penggeledahan, petugas mendapatkan barang bukti narkotika berupa delapan buah paket sabu dengan berat 989,7 gram yang disembunyikan di dalam sepatu yang digunakan oleh pelaku.

"Berdasarkan hasil keterangan tersangka, barang tersebut dibawa dari Aceh dengan cara dimasukan ke dalam sepatu yang dipakai oleh kedua tersangka. Sabu tersebut akan dikirim ke Makassar, Sulawesi Selatan," ungkapnya.

Tantan menambahkan, keduanya merupakan seorang kurir. Mereka dijanjikan upah sebesar Rp20 juta per orang, jika berhasil membawa sabu tersebut ke pemesannya di wilayah Makassar. 

"Saat ini kami masih melakukan pendalaman guna pengembangan jaringan dari kedua tersangka ini," tambahnya.

Tantan menjelaskan, setelah penangkapan di Bandara Soekarno Hatta tersebut, pada Selasa (30/6) BNNP Banten juga berhasil mengamankan 298 kilogram ganja kering asal Aceh yang dikirim menggunakan mobil boks ekspedisi buah alpukat di Pelabuhan Penyeberangan Merak, oleh dua orang tersangka GS (27) dan MP (26).

"Barang tersebut dibawa dari Aceh dan akan diedarkan di wilayah Banten dan Jakarta. Kita amankan saat hendak keluar pelabuhan. Untuk modusnya, pelaku menyamarkan ganja tersebut dengan buah alpukat. Jadi, angkutan kendaraan buah disisipi ini oleh sopir dan kenek. Untuk perusahaan (pengiriman buah) tidak tahu," jelasnya. 

Tantan menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pengembangan terhadap jaringan keduanya, namun dia memastikan narkoba tersebut bukan berasal dari jaringan yang sama. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook