Kerugian Infrastruktur Rusak karena Tsunami di Pandeglang Capai Rp26 Miliar

nurul roudhoh   |   Pandeglang  |   Jumat, 03 Juli 2020 - 15:13:43 WIB   |  dibaca: 252 kali
Kerugian Infrastruktur Rusak karena Tsunami di Pandeglang Capai Rp26 Miliar

PANDEGLANG, BANTEN RAYA - Pemulihan sektor infrastruktur pasca bencana tsunami di Anyer hingga Carita, Pandeglang pada akhir 2018 lalu hingga kini belum selesai. Sejumlah infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak masih menunggu bantuan pemerintah pusat. 
Kepala Seksi Rehabilitasi Rekonstruksi pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Lilis Sulistiati mengatakan, total kerugian infrastruktur mencapai Rp26 miliar. Dampak kerugian itu sudah diusulkan ke pemerintah pusat. "Bantuan rekonstruksi pasca bencana tsunami untuk infrastruktur baru tahun ini kita ajukan ke Kementerian PUPR dan BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB)," kata Lilis, Jumat (4/7). 
Menurutnya, dampak kerugian dan kerusakan di sektor infrastruktur masih kecil, dan yang besar adalah permukiman. Saat ini BNPB baru memprioritaskan untuk pembangunan hunian sementara dan hunian tetap bagi korban tsunami. 
"Kita dan BNPB kan fokus dulu ke hunian. Sekarang kan hunian ini mulai proses pembangunan," jelasnya. 
Dikatakannya, infrastruktur yang rusak akibat diterjang bencana tsunami paling parah terjadi di Kecamatan Sumur. Beberapa jalan dan jembatan mengalami rusak ringan hingga berat. Sehingga membutuhkan penanganan khusus dari pemerintah pusat. 
"Selain di Sumur, ada juga di Panimbang, Labuan sama Carita," ujarnya. Camat Sumur Heru membenarkan, bencana tsunami tidak hanya menghancurkan rumah warga. Namun ada beberapa jalan dan jembatan yang rusak. "Jalan dan jembatan yang rusak ini baru diperbaiki secara sementara. Tapi harusnya permanen biar tidak rusak lagi. Informasinya sudah diusulkan ke pusat," katanya. (yanadi)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook