Kreatif, Pemuda di Ciwandan, Kota Cilegon ini Sulap Drum Bekas Jadi Wastafel

nurul roudhoh   |   Metro Cilegon  |   Sabtu, 04 Juli 2020 - 08:20:00 WIB   |  dibaca: 2422 kali
Kreatif, Pemuda di Ciwandan, Kota Cilegon ini Sulap Drum Bekas Jadi Wastafel

KREASI WASTAFEL DRUM : Salah satu pegiat Sanggat Wuni Kreasi Nur Cholis memamerkan hasil krasi wastafel drum, Sabtu (4/7).

CILEGON, BANTEN RAYA - Para pemuda yang tergabung di Sanggar Wuni Kreasi Lingkungan Kubang Saron, Kelurahan Tegalratu, Kecamatan Ciwandan, menyulap drum bekas menjadi wastafel. Per hari para pemuda tersebut bisa memproduksi 2 sampai 3 wastafel.

Nur Cholis salah satu pegiat di sanggar ini mengatakan, pembuatan wastafel tersebut terinspirasi dari keadaan pandemi yang mengharuskan hidup bersih, dan anjuran cuci tangan agar terhindar dari Covid-19 di saat pandemi.

"Dalam sehari kami bisa memproduksi 2 sampai 3 unit. Sebelum pandemi kami memproduksi kerajinan tangan dari kayu, baru pada Juni kami mulai membuat wastafel dari drum bekas," ungkapnya Sabtu (4/7)

Holis menjelaskan, wastafel yang dibuatnya unik, karena proses recycle yang dilakukan dari drum bekas yang cukup banyak tersedia di sejumlah lapak di Kota Cilegon. Biaya produksi untuk membuat wastafel mencapai Rp700 ribu sampai 800 ribu per buah, sementara harga jual mencapai Rp1 juta sampai Rp1,5 juta tergantung warga cat yang dipesan konsumen.

"Harga yang dibanderol antara Rp1 juta hingga Rp1,5 tergantung jenis pesanan customer. Sekarang ini baru terjual 6 unit saja," tuturnya.

Holis menyatakan, pihaknya beralih ke kreasi drum menjadi wastafel karena bisnis kerajinan kayunya semasa pandemi kurang peminat, sehingga diharapkan dengan wastafel drum bekas ini bisa tetap mempertahankan bisnis ekonomi kreatif sanggar di tengah pandemi.

"Kami coba bertahan dengan kreasi-kreasi di masa pamdemi. Ini penting agar bisnis kreatif tetap berjalan," paparnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook