Ditembak Pakai Kembang Api, Petani di Cikande Panen 500 Tikus Perusak Padi

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Minggu, 05 Juli 2020 - 21:25:44 WIB   |  dibaca: 320 kali
Ditembak Pakai Kembang Api, Petani di Cikande Panen 500 Tikus Perusak Padi

TANJUNG/BANTEN RAYA - BERBURU TIKUS: POPT bersama petani padi di Desa Koper, Kecamatan Cikande berburu hama tikus sebelum mereka menanam padi, belum lama ini.

SERANG, BANTEN RAYA - Hama tikus kerap merusak tanaman padi milik para petani. Untuk itu para petani diminta untuk mewaspadai serangan hama tikus dengan cara dibasmi karena saat ini akan memasuki masa tanam. Jika hama tikus tersebut tidak diantisipasi dikhawatirkan para petani padi akan mengalami kerugian.

Koordinator Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kabupaten Serang Tata Juarta mengatakan, hama tikus berpotensi merusak tanaman padi dalam skala besar dan kerusakan akibat serangan hama tikus masuk level berat. "Hama tikus harus diwaspadai karena hama tikus bisa menjadi ancaman yang serius bagi petani padi," ujar Tata, Minggu (5/7).

Ia menjelaskan, pihaknya sudah melakukan pembasmian hama tikus di Kecamatan Cikande di atas lahan seluas kurang lebih 15 hektare. Dalam kegiatan pembasmian itu, pihaknya bersama petani berhasil menjaring 500 ekor tikus. "Kita pembasmiannya dengan cara diempos, ada alat seperti kembang api, kemudian dimasukan ke lubang tempat tikus bersarang," katanya.

Tata menuturkan, kegiatan pembasmian hama tikus lebih efektif dilakukan saat sebelum tanam padi dimulai karena lubang tempat tikus bersarang mudah ditemukan. " Petani harus aktif melakukan langkah-langkah antisipasi ketika melihat lubang yang dijadikan sarang tikus. Terutama di wilayah Pantura (pantai utara-red) hingga ke Cikande," paparnya.

Perkembangbiakan tikus sendiri diakui Tata terbilang sangat cepat. Sehingga ketika selesai dilakukan pembasmian, lubang tikus harus ditutup menggunakan tanah atau batu. "Dalam tiga bulan tikus bisa berkembangbiang sangat cepat, biasa dua kali lipat. Tikus itu makannya sedikit, tapi daya kerusakannya banyak karena sambil mengasah giginya," tuturnya.

Sementara itu Masra, petani asal Kecamatan Tirtayasa mengatakan, ia dan petani lainnya sudah melakukan antisipasi serangan hama tikus dengan cara menutup lubang tikus. "Kita sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dengan cara menutup lubangnya, kalau ada yang ketangkap kita bunuh. Luar biasa kerusakan akibat serang tikus," ujar Masra. (tanjung/fikri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook