Wow, Kejari Selamatkan Uang Rp950 Juta dari Kasus Korupsi Bendungan Cihara

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 06 Juli 2020 - 11:34:25 WIB   |  dibaca: 192 kali
Wow, Kejari Selamatkan Uang Rp950 Juta dari Kasus Korupsi Bendungan Cihara

DARJAT NURYADIN / BANTEN RAYA. -. PENYELAMATAN UANG NEGARA - Kajari Serang Supardi bersama jajarannya berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara dalam proyek pembangunan Bendungan Daerah Irigasi Cihara tahun 2016 pada Dinas Sumber Daya Air Mineral dan Permukiman (DSDAP) Provinsi Banten, senilai Rp 950juta.

SERANG, BANTEN RAYA - Jelang Hari Bhakti Adhyaksa ke-60 tahun 2020, Kejaksaan Negeri (Kejari) Serang berhasil menyelamatkan kerugian keuangan negara senilai Rp950 juta dari total Rp2,8 miliar atas kasus Cepi Safyudin, terpidana Tindak Pidana Korupsi pembangunan Bendungan Daerah Irigasi Cihara tahun 2016 pada Dinas Sumber Daya Air Mineral dan Permukiman (DSDAP) Provinsi Banten, Senin (6/7).

Kepala Kejari Serang Supardi mengatakan kasus korupsi yang melibatkan Cepi Safyudin selaku pelaksana proyek irigasi Bendungan Cihara tersebut sudah dinyatakan incrah oleh Mahkamah Agung (MA) pada 28 Mei 2020 lalu. Terdakwa divonis 5 tahun penjara dalam perkara tersebut.

"Putusannya 5 tahun (Vonis Cepi) sudah incrah. Ini pengembalian senilai Rp950 juta," katanya di kantor Kejari Serang.

Untuk diketahui,  Cepi Safyudin, divonis bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama tiga terdakwa lainnya Ade Pasti Kurnia selaku pejabat pembuat komitmen (PPK), Hendi Suryadi selaku Konsultan Program dan Ahmad Ginanjar Pratama selaku Direktur CV Karya Pratama Konsolis.

Terdakwa Cepi Sayfudin,  divonis dengan pidana penjara selama 5  tahun dan denda Rp 200juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar diganti dengan pidana kurungan selama 6  bulan. 

Selain itu, Cepi juga divonis pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti Rp Rp2.839.602.511,00. Apabila dalam waktu 1 (satu) bulan sesudah putusan ini berkekuatan hukum tetap, jika dalam jangka waktu tersebut tidak membayar uang pengganti, maka harta bendanya disita dan dilelang oleh Jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut, atau pidana penjara selama 4 (empat) tahun.

Sedangkan untuk terdakwa Ade Pasti Kurnia selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) divonis 5 tahun penjara. Sementara Hendi Suryadi selaku Konsultan Program dan Ahmad Ginanjar Pratama selaku Direktur CV Karya Pratama Konsolis divonis masing-masing 4 tahun penjara oleh Majelis Hakim PN Serang.

Kasus ini dimeja hijaukan karena pembangunan yang dilakukan dianggap gagal total atau total loss. Irigasi tidak sesuai dengan spesifikasi, sehingga tidak bisa digunakan. Selain itu, material bangunan yang digunakan di bawah standar. Berdasarkan hasil audit Inspektorat Provinsi Banten, kerugian negara dalam kasus ini sekitar Rp 2,9 miliar. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook