Bukit Waruwangi Cinangka akan Dilengkapi 1.000 Ekor Sapi dan Kerbau 

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Selasa, 07 Juli 2020 - 22:37:37 WIB   |  dibaca: 223 kali
Bukit Waruwangi Cinangka akan Dilengkapi 1.000 Ekor Sapi dan Kerbau 

SERANG, BANTEN RAYA - Wisata agro berbasis ruminansia besar Bukit Waruwangi di Desa Cibojong, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, resmi beroperasi. Obyek wisata seluas 100 hektar itu menawarkan berbagai keindahan pemandangan karena dikeliling oleh gunung serta dilengkapi berbagai wahana permainan. Pembangunan obyek wisata sendiri telah menghabiskan biaya sebesar Rp90 miliar.

Yang mengejutkan, pemilik Bukit Waruwangi adalah Siswono Yudo Husodo yang pernah menjadi menteri di era Presiden Soeharto dari tahun 1988 sampai tahun 1998. Ia juga pernah menjadi calon Wakil Presiden Indonesia pada Pemilu 2004 sebagai pasangan dari capres Amien Rais

Siswono Yudo Husodo mengatakan, awalnya Bukit Waruwangi dibuka untuk usaha peternakan sapi dan kerbau. "Tahun 2015 niatnya untuk membuka peternakan sapi dan kerbau, karena peternakan sapi dan kerbau saya di Sumbawa, NTB terpaksa harus tutup karena digunakan untuk pabrik gula," kata Siswono.

Ia mengungkapkan, seiring berjalannya waktu banyak generasi muda yang datang ke Bukit Waruwangi untuk berfoto dan berselfie karena pemandangan Bukit Waruwangi yang indah. "Dari tempat ini kita bisa menyaksikan pegunungan Pasir Angin, Gunung Seseupan, Gunung Karang, Gunung Pulosari, Gunung Rangkong. Kita juga bisa melihat Pulau Sebesi, Pulau Krakatau, dan Pulau Sangiang," ujarnya.

Lantaran banyak masyarakat yang datang, pihaknya meminta ijin kepada Pemkab Serang untuk mengembangkan pariwisata agro dan setelah mendapat ijin langsung melakukan pembangunan. "Syukur Alhamdulillah sekarang kita menyaksikan banyak masyarakat yang datang apalagi hari Sabtu dan Minggu. Semoga dengan dibukanya wisata ini bisa melengkapi pembangunan pariwisata di Kabupaten Serang," paparnya.

Ia menuturkan, total lahan yang digunakan untuk pengembangan wisata agro berbasis ruminansia besar tersebut seluas 100 hektar dan direncanakan untuk menggembalakan 1.000 ekor sapi dan kerbau. "Kita juga ada hutan wisata lima hektar, hutan tropis yang ditanami dengan pohon mahoni, trembesi dan lain-lain di tengahnya mengalir sungai Cisungkuy untuk hiking. Semua lahan semula milik warga," ungkapnya.

Ia juga mengatakan, proses pengembangan Bukit Waruwangi juga akan terus dilakukan dan direncanakan akan membuat meeting room dan hotel untuk menginap pengunjung. "Saya kira total tenaga kerja lebih dari 100 orang. Penanaman modal sampai hari ini sekitar Rp90 miliar. Lahan ini berada di tiga desa di Kecamatan Cinangka dan Kecamatan Padarincang," katanya. (tanjung/fikri)
 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook