Pemkot Serang dan Pemprov Banten Saling Lempar Soal Parkir Liar di Banten Lama 

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Jumat, 10 Juli 2020 - 05:57:52 WIB   |  dibaca: 128 kali
Pemkot Serang dan Pemprov Banten Saling Lempar Soal Parkir Liar di Banten Lama 


SERANG, BANTEN RAYA- Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Serang dan Dishub Provinsi Banten saling lempar tanggung jawab soal pengelolaan parkir kendaraan di kawasan Banten Lama.

Akibatnya persoalan parkir di kawasan wisata religi tersebut hingga saat ini tak kunjung rampung, dan masih dikelola oleh segelintir oknum yang menentukan tarif seenaknya, salah satunya di Ciputri.

Kepala Unit Pelaksana Tenkis (UPT) Pengelola Prasarana Perhubungan pada Dishub Kota Serang Ahmad Yani mengatakan, pengelolaan parkir di beberapa titik kawasan Banten Lama, termasuk Ciputri bukan tanggung jawab dari Dishub Kota Serang, melainkan Dishub Banten. Sebab, lahan tersebut masuk dalam kewilayahan dan kewenangannya pun berada di provinsi.
"Iya karena lahan di Ciputri itu lahan milik provinsi dan milik pengembang di sana. Jadi kami tidak bisa masuk ke wilayah sana. Lahan di Ciputri itu bukan pengelolaan kami dan kewenangannya pun bukan kami juga, itu milik provinsi," ujar Yani kepada Banten Raya, Kamis (9/7).
Ia menjelaskan, dasar pengelolaan parkir berdasarkan aset dan lahan di Ciputri merupakan aset milik Provinsi Banten dan dikelola oleh Dishub Banten.

"Jadi, selama aset itu masih dipegang oleh provinsi, maka Kota Serang tidak memiliki kewenangan untuk mengelolanya, karena belum provinsi belum menyerahkan asetnya kepada Kota Serang," beber dia.

Karena itu, pihaknya tidak dapat memberikan informasi apapun mengenai adanya pungutan liar (pungli) di kawasan tersebut.

"Mohon maaf kami tidak bisa, kalau pun terjadi ada pungli bukan ranah kami. Lihat dulu, TKP-nya dimana dan kewenangannya siapa, karena lahannya milik provinsi kalau penyelenggaranya kami tidak bisa berbicara," katanya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan Keputusan Walikota (Kepwal) Serang, Dishub Kota Serang hanya mengelola lokasi parkir di kawasan penunjang wisata (KPW) Banten Lama, dan Sukadiri.
"Dua titik itu saja yang menjadi kewenangan kami, dan itu aset milik Pemkot Serang. Di luar dari lokasi tersebut itu bukan kewenangan dan bukan ranah kami," terang Yani.
Yani juga menyebutkan, parkir yang berada di beberapa titik kawasan Banten Lama tidak masuk dalam pendapatan asli daerah (PAD) Kota Serang.

"Bisa dibilang begitu (pungli), karena tidak ada yang masuk ke Kota Serang, dan kami tidak tahu pengelolaan parkir itu mengalir kemana, karena memang bukan kewenangan kami," jelas dia.

Sementara itu, Kepala Dishub Provinsi Banten Tri Nurtopo menjelaskan, pengelolaan parkir di Banten Lama bukan kewenangannya karena peraturan daerah (perda) parkir adanya di Kota Serang, termasuk soal pungli parkir itu ranahnya Kota Serang.
"Perda parkir itu adanya di kota, karena parkir kewenangan kabupaten/kota. Provinsi tidak punya kewenangan mengelola parkir, dalam Undang-undang nomor 23 provinsi tidak ada kewenangan mengelola parkir. Kalau mengenai itu (pungli) tanyakan langsung ke Dishub Kota Serang," jelas Tri Nurtopo. (harir) 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook