Mantan Wakil Ketua DPRD Banten Jabat Dewan Pengawas Perumda Tirta Al Bantani

nurul roudhoh   |   Serang Raya  |   Jumat, 10 Juli 2020 - 06:15:40 WIB   |  dibaca: 225 kali
Mantan Wakil Ketua DPRD Banten Jabat Dewan Pengawas Perumda Tirta Al Bantani


SERANG, BANTEN RAYA - Rapat umum pemegang saham (RUPS) Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Albantani menetapkan Eli Mulyadi sebagai Dewan Pengawas (Dewas) Perumda Tirta Albantani.

Mantan anggota DPRD Provinsi Banten itu menjadi rangking pertama dalam seleksi calon Dewas Perumda Tirta Albantani yang digelar bulan lalu dengan nilai 86,95.

Asda II Pemkab Serang Adjat Gunawan mengatakan, hasil rapat KPM atau RUPS menetapkan peserta rangking satu hasil seleksi ditetapkan menjadi Dewas Perumda Tirta Albantani.

"Sudah ditetapkan rangking 1 (Eli Mulyadi-red) yang menjadi Dewas Perumda Tirta Albantani," kata Adjat kepada Banten Raya.

Adjat berharap, dengan telah ditetapkannya Dewas Perumda Tirta Albantani yang baru bisa bersinergi dengan direksi dan jajaran Perumda Tirta Albantani.

"Kami berharap dewas bisa bersinergi terutama untuk peningkatan kinerja dengan memberikan masukan terkait dengan peningkatan kualitas SDM, peningkatan pelayanan, dan peningkatan PAD (pendapatan asli daerah)," ujarnya.

Terpisah, Dewas Perumda Tirta Albantani terpilih Eli Mulyadi mengaku belum menerima surat keputusan (SK) penetapan dirinya sebagai dewas. Namun Eli mengaku jika telah mendalami kondisi Perumda Tirta Albantani dari laporan yang diterima dari Direksi Perumda Tirta Albantani dan master plan rencana badan usaha milik Pemkab Serang itu.
"Memang kendalanya keterbatasan bahan baku. Kendala ini yang harus segera dicarikan solusinya melibatkan pemda, DPRD dan Kementerian PUPR. Sebentar lagi waduk Sindang Heula beroperasi, irigasi sudah dinormalisasi. Kemudian pencemaran lingkungan di sekitar aliran Sungai Ciujung harus segera dibenahi supaya suplai bahan baku bisa mencukupi," kata Eli.
Sedangkan terkait dengan tata kerja Perumda Tirta Albantani, mantan Ketua DPD Partai Hanura Provinsi Banten itu menuturkan, perlu adanya sistem kerja yang terintegrasi, baik teknis produksi, pelayanan terhadap konsumen atau pelanggan.

"Kita lihat apakah banyak aduan atau tidak. Terus piutang yang belum tertagih dan sebagainya itu harus terintegrasi sistemnya. Biar cepat tertangani kasus per kasusnya," paparnya.

Kemudian terkait dengan pipanisasi, Eli menilai perlu ada rehabilitasi karena kondisinya yang sudah tua agar mesin belerja dengan optimal.

"Potensi peluang usahanya ke depannya sangat luar biasa karena di Serang timur banyak industri yang bisa dikerjasamakan.Tapi prioritas kita rumah tanggal dulu. Dalam setahun mulus tidak ada yang setop air karena kemarau dan sebagainya baru menggarap industri," katanya. (tanjung/fikri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook