Warga Komplek Diduluin, Warga Kampung Dicuekin, Akhirnya Kantor Kelurahan Unyur Digeruduk Emak-emak

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Sabtu, 11 Juli 2020 - 07:45:27 WIB   |  dibaca: 1073 kali
Warga Komplek Diduluin, Warga Kampung Dicuekin, Akhirnya Kantor Kelurahan Unyur Digeruduk Emak-emak


SERANG, BANTEN RAYA- Puluhan warga Lingkungan Pabuaran Unyur yang didominasi oleh emak-emak menggruduk Kantor Kelurahan, Kecamatan Serang, Kota Serang, Jumat (10/7) siang sekitar pukul 13.00. Mereka protes lantaran bantuan sosial (bansos) atau jaring pengaman sosial (JPS) dari Provinsi Banten senilai Rp 500 ribu untuk warga di lingkungannya tak kunjung cair. Sementara warga lingkungan lainnya di Kelurahan Unyur sudah cair lebih awal. 

Salah seorang ibu rumah tangga warga Lingkungan Pabuaran Unyur RT 03/04, Indi mengatakan, dirinya bersama puluhan ibu dari lingkungannya menggeruduk kantor kelurahan untuk menanyakan kepastian pencairan JPS Provinsi Banten. Pasalnya, warga tetangga dari lingkungan lainnya sudah lebih awal cair. 
“Yang kampung lain udah pada cair, kampung saya mah belum cair. Makanya kita rame-rame ke sini (kelurahan) nanyain langsung,” kata Indi kepada Banten Raya, ditemui di lokasi. 
Menurut dia, bansos saat pandemi Covid-19 sangat berharga, karena dirinya hanya sebagai ibu rumah tangga, sementara suaminya hanya kuli serabutan yang penghasilannya tidak menentu. 

“Kita juga sama pak terdampak korona. Suami saya cuman kuli serabutan. Wajar dong ketika ada bantuan dari pemerintah, kita didata, tapi uangnya belum cair, terus kita menanyakan. Karena kita semua ibu-ibu yang demo ini terdampak korona, warga tidak mampu,” ungkapnya. 
Hampir serupa dikatakan warga Pabuaran Unyur lainnya, Mad Yani. Menurut Yani, ia mengaku selama Pandemi Covid-19, dirinya belum menerima bantuan sosial (bansos) apapun. Karena ia bersama istrinya sudah tidak memiliki pekerjaan lagi. 
“Saya gak dapat bantuan apa-apa, Pak. Saya ke sini juga mau mastiin saya dapat bantuan gak. Sebab saya sudah gak kerja,” ucap kakek berusia sekitar 80 tahun ini. 
Ketua RT 03/04 Lingkungan Pabuaran Unyur Jazuli membenarkan bahwa warganya demo ke Kantor Kelurahan Unyur untuk menanyakan bantuan JPS Provinsi Banten. Pasalnya, warga dari tetangga lingkungannya seperti Sapta Marga, Cilampang, Lopang Indah, Mandala Citra, TBL, dan Kidemang, lebih dulu telah mencairkan bansos tersebut. 
“Warga perumahan diduluin, sementara warga kampung dibelakangin. Jadi mereka resah. Makanya protes. Disangkanya gak dapat. Padahal mereka juga dapat karena sudah didata, dan dilaporkan ke kelurahan, cuman kan bertahap,” tutur Jazuli. 
Ia menyebutkan, untuk warga Pabuaran Unyur RT 03/04 secara keseluruhan ada 190 kepala keluarga (KK). Sementara yang diajukan untuk mendapatkan bantuan JPS Provinsi Banten sebanyak 148 KK. 
“Ada 148 KK yang saya ajukan ke kelurahan. Ratusan KK itu warga yang tidak dapat bantuan PKH dan bansos sebelumnya,” ucap dia. 
Terpisah, Lurah Unyur Agus mengakui bahwa warganya berunjuk rasa untuk menanyakan kepastian pencairan JPS dari Pemprov Banten. 
“Iya, kang betul terkait belum turunnya bantuan langsung tunai (BLT) dari provinsi. Jadi intinya mereka menanyakan kenapa belum turun juga bantuan dari provinsi, sedangkan dari lingkungan lainnya sudah cair,” ujar Agus, dihubungi via chat whatsapp (WA), Jumat (10/7) sekitar pukul 18.52. 
Ia menyebutkan, untuk warga Lingkungan Pabuaran Unyur direncanakan akan mencairkan bantuan JPS Pemprov Banten pada Senin (13/7) pekan ini. 
“Setelah kita konfirmasi ke Dinsos untuk warga Lingkungan Pabuaran Unyur dibagikan hari Senin pekan ini di kantor kelurahan,” sebut dia. 
Agus menjelaskan, secara keseluruhan warga Kelurahan Unyur menerima bantuan JPS Pemprov Banten sebanyak 4.000 KK. Sekitar 2.000-an KK sudah mencairkan bansos pada tahap pertama. 
“Dan masih menunggu lg skitar 2000-an. Untuk saat ini warga Pabuaran Unyur baru dapat 160 KK. Kalau berdasarkan usulan dari RT dan RW Pabuaran Unyur sekitar 700-an. Berarti sekitar 550-an lagi yang belum, tapi itu juga sudah dikurangi dengan mereka yang sudah mendapat bantuan dari pemkot dan pusat,” terangnya. (harir/rahmat) 

 

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook