Korona terus yang Diurus, Lupa ada Penyakit Lain, Tiba-tiba DBD di Kota Serang Udah 227 Kasus

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 13 Juli 2020 - 08:03:54 WIB   |  dibaca: 282 kali
Korona terus yang Diurus, Lupa ada Penyakit Lain, Tiba-tiba DBD di Kota Serang Udah 227 Kasus

SERANG, BANTEN RAYA - Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Serang di tengah Pandemi Covid-19 ini grafiknya melonjak. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang hingga akhir Juni 2020 tercatat sebanyak 227 kasus. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan Juni pada tahun lalu, dan diprediksi akan meningkat terus hingga akhir tahun ini.

Kepala Dinkes Kota Serang M. Ikbal mengatakan, kasus DBD pada semester satu tahun 2020 telah mencapai 227, bahkan tren ini akan meningkat dibandingkan tahun lalu.

"Semester ini saja sudah mencapai 227, trennya kemungkinan akan meningkat dibandingkan tahun 2019, yakni dalam satu tahun mencapai 242 kasus," ujar Ikbal, Sabtu (12/7).

Ia menjelaskan, temuan kasus DBD paling banyak berada di Kecamatan Walantaka, Taktakan, dan Serang. Namun, temuan kasus DBD kali ini sudah mulai bergeser, yang biasanya sering terjadi di Cipocok Jaya kini bergeser ke kecamatan lainnya.

"Jadi sekarang Cipocok tidak termasuk paling banyak lagi, yang ramai itu di tiga kecamatan tadi," ucap dia.

Ikbal menyebutkan, ada beberapa faktor yang menyebabkan adanya peningkatan kasus DBD di Kota Serang. Di antaranya kesadaran masyarakat yang minim, dan bergesernya fokus penanggulangan penyakit ke Covid-19.

"Memang faktor kesadaran masyarakat sangat penting. Sementara mereka kurang memperhatikan datangnya nyamuk darimana, yang mereka fokuskan bagaimana agar mereka tidak terkena Covid-19," ungkapnya.

Penyebab lainnya, masih kata Ikbal, juru pemantau jentik (Jumantik) yang diinisiasi oleh Dinkes Kota Serang pun masih kurang maksimal. Maka dari itu harus ada dorongan, agar Jumantik lebih waspada.

"Jumantik disetiap rumah tangga itu harus ada, memang saat ini masih belum maksimal, tapi ini ke depan harus lebih, apalagi ini kan demi kesehatan masyarakat nya sendiri," jelas Ikbal.

Karena itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat Kota Serang lebih berhati-hati terhadap hal-hal yang dapat menjadi sumber penyakit. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan, yaitu dengan menguras, menutup, dan mengubur potensi sumber jentik nyamuk, atau disebut (3M).

"Salah satunya kan adanya genangan air, makanya masyarakat harus paham 3M itu. Saya yakin kalau itu dilakukan pasti tidak akan ada nyamuk," tutur dia.

Sementara, Ketua RT 04/05 Perumahan Lebak Indah, Rohman Solihin mengatakan, pihaknya rutin melakukan gotong royong guna antisipasi penyebaran DBD di lingkungannya.

"Sementara ini yang kami lakukan adalah rajin bersih-bersih di lingkungan. Kalau kita rajin bersih-bersih, insya Allah dijauhkan dari penyakit, termasuk DBD," ujar Rohman, kepada Banten Raya, Minggu (12/7).

Untuk fogging atau pengasapan, pihaknya belum melakukan, mengingat di lingkungan warganya hingga saat ini belum ditemukan yang terjangkit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut.

"Kalau fogging memang diperlukan, tapi sementara belum ya, karena fogging itu sifatnya sementara. Yang lebih penting itu kan justru bagaimana menjaga kebersihan badan, dan lingkungan," terangnya. (harir)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook