Pungli Saat Pembagian BST, Oknum Petugas Kebersihan di Kecamatan Cikeusal Diamankan

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Senin, 13 Juli 2020 - 22:11:25 WIB   |  dibaca: 550 kali
Pungli Saat Pembagian BST, Oknum Petugas Kebersihan di Kecamatan Cikeusal Diamankan

Ilustrasi

SERANG, BANTEN RAYA - Seorang oknum pegawai kebersihan kantor desa berinisal HO (27) diamankan setelah diduga melakukan pungutan liar terhadap masyarakat penerima Bantuan Sosial Tunai (BST) di wilayah Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang. 

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti Rp400 ribu yang dikumpulkan warga dari tiga desa.

Kapolsek Cikeusal AKP Agus Buchori membenarkan adanya penangkapan terduga pungli di Balai Desa Bantar Panjang, Kecamatan Cikeusal, pada saat penyaluran BST untuk masyarakat di Desa Katulisan, Desa Dahu, dan Desa Bantar Panjang pada Jumat (10/7). 
"Awalnya beredar video adanya warga penerima bantuan memberikan uang ke kardus, ada pengepulnya, istilahnya gitu. Dari video itu kami turunkan tim ke sana ,dan kami berhasil mengamankan uang senilai Rp400 ribu, dan mengamankan satu orang berinisial HO (27) yang mengumpulkan uang tersebut, katanya kepada Banten Raya, Senin (13/7)

Menurut Agus, masyarakat di tiga desa itu difokuskan di satu lokasi di Balai Desa Bantar Panjang. Oknum petugas kebersihan itu kemudian mengumpulkan uang dalam kardus air mineral tersebut dalam pecahan yang bervariasi pecahan Rp1.000 hingga Rp20 ribu

"Untuk kasusnya sendiri sudah kita limpahkan ke Polres Serang," ujarnya. 
Agus menambahkan, saat dilakukan pemeriksaan olehnya, OH mengakui telah meminta uang tersebut kepada 160 warga penerima BST. Uang permintaan tersebut akan digunakan untuk dana kebersihan kantor.

Katanya buat dana kebersihan," tambahnya. 
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Serang AKP Arif Nazarudin mengatakan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukannya, HO merupakan petugas kebersihan desa. Dari pengakuannya, uang itu dikumpulkan untuk jasa kebersihan.

"Minta sumbangan kebersihan pakai kardus. BB (Barang bukti) nya Rp400 ribu, bukan pemotongan BST," katanya. 
Menurut Arif, pihaknya tengah melakukan koordinasi dengan Direktorat Kriminal Khusus (Ditrkimsus) Polda Banten, sebelum melaksanakan gelar perkara untuk menentukan pasal yang dapat menjerat oknum petugas kebersihan itu. 
"Kita mau gelar dulu. Apa bisa dijerat dengan pasal (Pungli) atau nanti hanya pembinaan saja," ujarnya. 
Di lain tempat, Camat Cikeusal Iman Saiman mengaku sudah mendengar informasi tersebut. Namun dirinya tidak mengetahui secara pasti kronologis dugaan pungli kepada masyarakat penerima BST tersebut. 
"Untuk itu saya kurang tahu, karena sudah ditangani polres," katanya. (darjat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook