Tarif Bus Gila-gilaan, Dishub Provinsi: Maklumin Aja

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 14 Juli 2020 - 09:24:28 WIB   |  dibaca: 486 kali
Tarif Bus Gila-gilaan, Dishub Provinsi: Maklumin Aja

TERDAMPAK COVID : Sebuah angkutan penumpang bus antarkota antarprovinsi (AKAP) melintas di Jalan Raya Serang-Jakarta, Kota Serang, Selasa (14/7).

SERANG, BANTEN RAYA - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten memaklumi jika tarif angkutan selama pandemi Covid-19 mengalami kenaikan. Sebab, kapasitas angkutan yang terisi tidak lebih dari 50 persen. Akibatnya pengusaha jasa angkutan kesulitan menutupi biaya operasional.

Kepala Dishub Provinsi Banten Tri Nurtopo mengatakan, pada masa pandemi Covid-19 ini pihaknya telah berkomunikasi dengan para pengusaha jasa angkutan. Dalam kesempatan itu pihaknya tak melarang adanya kenaikan tarif namun tetap harus mengacu pada aturan yang diberlakukan. 

Seperti diketahui, selama pandemi ini pemerintah mengatur jumlah penumpang yang boleh diangkut. Besarannya hanya 50 persen dari kapasitas maksimal kendaraan.

"Ngobrol dengan teman-teman angkutan kalau menaikan konsekuensinya ada. Dalam artian dia harus ikut aturan covid," ujarnya, Selasa (14/7). 

Pria berkumis tebal itu menjelaskan, kenaikan tarif dimaklumi karena pada dasarnya perhitungan tarif ke jasa angkutan dihitung dengan rata-rata kapasitas kendaraam 70 persen. Untuk saat ini kapasitas rata-ratanya adalah 50 persen sehingga tidak menutupi biaya operasional kendaraan (BOK).

"Logika kita menghitung tarif itu untuk 70 persen. Kalau kurang tapi tolong dihitung ulang berapa sih (tarif idealnnya," katanya. 

Walau memaklumi ada kenaikan akan tetapi dia mengaku hingga saat ini belum ada kesepakatan terkait besaran kenaikan angkutan penumpang. Jika di lapangan sudah terjadi dan masyarakat merasa keberatan, Dishub membuka diri untuk menerima pengaduan.

"Belum (disepakati). Kalau sudah sampai 70 (persen) tidak boleh ada kenaikan. Kalau masih 50 kita menghitung BOK (biaya operasional kendaraan)," tuturnya. (dewa)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook