Waduuuh.. 20 Hektare Tambak Ikan di Kasemen Digusur untuk Kawasan Industri

nurul roudhoh   |   Metro Serang  |   Selasa, 14 Juli 2020 - 11:49:06 WIB   |  dibaca: 198 kali
Waduuuh.. 20 Hektare Tambak Ikan di Kasemen Digusur untuk Kawasan Industri

SERANG, BANTEN RAYA- Sebanyak 20 hektare tambak ikan di Kecamatan Kasemen, Kota Serang, terancam digusur lantaran tambak tersebut tidak produktif. Selanjutnya, tambak tersebut akan dialihfungsikan menjadi kawasan industri sesuai dengan RTRW. 

"Kenapa akan digusur, karena terus terang aja tambak itu tidak produktif. Bahkan banyak yang statusnya milik tanah negara. Itu sekitar 20 hektare merupakan tanah negara yang digunakan menjadi tambak," ungkap Kepala Distan Kota Serang Edinata Sukarya, saat ditemui di Kecamatan Kasemen, Senin (13/7). 

Ia menjelaskan, tambak itu juga tidak memberikan kontribusi kepada pendapatan daerah. Tak sedikit di antara pengelola tambak yang tidak bisa membayar retribusi yang telah ditetapkan sebesar Rp1,2 juta per tahun. 
"Banyak yang gak kuat bayar. Satu tahunnya itu cuma Rp1,2 juta, tapi banyak yang tidak bisa bayar. Karena memang mereka tidak produktif untuk tambak-tambaknya," ucap dia. 

Edinata menyebutkan, tambak yang ada di Kecamatan Kasemen mayoritas merupakan tambak ikan bandeng. Namun ternyata, tambak tersebut malah lebih banyak menghasilkan kepiting dibandingkan ikan bandeng. 
"Meski mereka ini tambaknya itu ditanamnya bandeng, tapi masyarakat justru hidupnya dari kepiting. Makanya mereka tidak kuat untuk membayarnya," ujarnya. 

Menurut dia, tidak menjadi soal apabila tambak itu akan dialihfungsikan menjadi kawasan industri, karena minim produktifitas. Jika dialihfungsikan menjadi kawasan industri, maka akan lebih produktif dibandingkan hanya tambak. 
"Jadi ini akan jadi daerah industri terpadu dari ujung ke ujung. Makanya dengan adanya kawasan industri ini yah semoga dapat menyerap tenaga kerja yang lebih besar ketimbang tambak," jelas Edinata. 

Ia juga menjamin bahwa alihfungsi tambak tersebut tidak akan mengancam ketahanan pangan di Kota Serang. Berbeda dengan beras yang memang masih kurang meskipun sudah diikat oleh perda LP2B seluas 3.054 hektare. 
"Memang kalau untuk menyuplai Kota Serang itu kurang. Makanya kami mengambil dari Pandeglang atau Karawang untuk memenuhi kebutuhan Kota Serang. Tapi kalau dari tambak, tidak jadi masalah lah," jelasnya. 

Kepala Bappeda Kota Serang Nanang Saefudin menerangkan, dalam revisi RTRW Kota Serang diketahui bahwa Kecamatan Walantaka dan Kasemen ditetapkan sebagai kawasan industri. Perubahan RTRW ini merupakan langkah desentralisasi kegiatan ekonomi di Kota Serang, dengan memetakan wilayah-wilayah yang sesuai dan cocok dengan calon-calon investor. 

"Saat ini memfokuskan pada pembentukan kawasan industri, meskipun dari RTRW yang lama pun sebenarnya ada juga. Hanya ini memperjelas bahwa Kasemen dan Walantaka itu kawasan industri. Kalau dilihat juga dalam RTRW ini akan lebih banyak perumahan karena pertumbuhan penduduk," terang Nanang. (harir/rahmat)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook