Mumu Samakan Validasi Data Verfak, Joni Siap-siap Lempar Handuk

nurul roudhoh   |   Politik  |   Rabu, 15 Juli 2020 - 13:59:53 WIB   |  dibaca: 378 kali
Mumu Samakan Validasi Data Verfak, Joni Siap-siap Lempar Handuk

CILEGON, BANTEN RAYA – Pasangan bakal calon (paslon) perseorangan Ali Mujahidin dan Firman Mutakin mulai melakukan validasi terhadap data hasil sensus verifikasi faktual (Verfak) yang sudah selesai dilakukan pekan lalu. Proses validasi tersebut untuk memastikan antara data KPU dan data tim sama.

Sementara itu, Paslon Perseorangan Malim Hander Joni dan Hawasi Syabrawi memilih lebih realistis dalam proses verfak sebagai syarat mendaftar menjadi bakal calon mengingat banyak sekali terdapat kekurangan saat verfak.

Ketua Pokja Tim Pemenanganan Mulia (Mumu-Lian) Triyas menjelaskan, pihaknya saat ini masih melakukan validasi data dari PPS dengan tim. Untuk hasilnya belum bisa disampaikan karena berbagai temuan tersebut akan disampaikan saat pleno penetapan hasil verfak baik tingkat kecamatan maupun kota.

“Sudah masuk dan masih direkap, untuk hasil dan temuan nanti akan kami sampaikan saat pleno,” katanya kepada Banten Raya, Rabu (15/7).

Triyas menyatakan, saat ini pihaknya belum bisa mengumumkan adanya selisih data hasil verfak dengan tim. 

“Saya tidak bisa sampaikan. Masih direkap. Nanti saja saat pleno-pleno dikecamatan kami sampaikan,” imbuhnya.

Sementara itu, Joni panggilan akrab Malim Hander Joni mengungkapkan, pihaknya realistis menyikapi proses verfak. Menurutnya, masih ada beberapa kekurangan dan cukup menghabiskan waktu dan energi untuk melengkapinya. Namun, keputusan nanti apakah meneruskan atau tidak akan dikembalikan kepada tim. 

“Realistis, kalau saya mencari pengganti sebanyak itu rasanya menghabiskan energi dan waktu. Tapi tergantung tim, rambu-rambu sudah disampaikan, saya realistis, dan apa salah kalau untuk lempar handuk,” imbuhnya yang tidak merinci berapa banyak KTP dukungan yang tidak memenuhi syarat (TMS).

Soal proses verfak, imbuh Joni, pihaknya juga masih menemukan berbagai persoalan dalam verfak. Namun, pihaknya mengaku lebih berfikir positif saja terhadap proses yang dilakukan.

“Bukan saya yang dimintai pertanggungjawabannya, tapi mereka. Bahkan, ada tetangga saya itu ada dua dukungan. Padahal yang bersangkutan mengaku hanya memberikan satu saja kepada saya,” imbuhnya. (uri)

Profil nurul roudhoh

nurul roudhoh

Iklan Tengah Detail Berita 568x120px

Komentar Facebook